Latar Belakang
Dalam rangka pencapaian tujuan penddikan nasional, iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya belajar di kalangan masyarakat terus dikembangkan agar tumbuh sikap dan perilaku yang kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. Sejalan dengan upaya tersebut fungsi sekolah perlu dipertegas dan diperjelas agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru.
Sekolah sering dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendidik anak, Sehingga sering sekolah mendapatkan beban berat. Segala akibat khususnya yang kurang baik seolah-olah merupakan akibat sekolah tidak berfungsi dengan baik.
Keadaan ini sangat tidak menguntungkan , sehinga perlu diciptakan suatu pandangan atau wawasan yang dipakai dalam pengelolaan sekolah. Wawasan tersebut dikenal dengan nama Wawasan Wiyatamandala. Dengan wawasan ini diharapkan sekolah dapat bener-bener berfungsi secara tepat dan tidak disalahgunakan oleh golongan-golongan tertentu yang tidak bertanggungjawab.
Dalam menciptakan Wawasan Wiyatamandala perlu pula diupayakan suatu kondisi yang dinamis dan iklim yang menguntungkan disekolah agar proses belajar mengaajar dapat berlangsung dengan tertib, aman dan suasana kekeluargaan. Kondisi semacam ini dikenal dengan nama Ketahanan Sekolah. dalam menciptakan Wawasan Wiyatamandala dimana didalamnya berisi ketahanan sekolah yang tangguh , dituntut setiap siswa dan unsur yang terkait dalam persekolahan untuk berperan aktif sesuai dengan keudukan masing masing.
Arti Wawasan Wiyatamandala
Secara harfiah kata wawasan mengandung arti pandangan, penglihatan, tinjauan, atau tanggapan inderawi. Kata wawasan selain menunjukan kegiatan untuk mengetahui isi , juga melukiskan cara pandang, cara lihat, cara tinjau, atau cara tanggap inderawi. Kata wiyata mempunyai arti pengajaran atau pendidikan, sedangkan mandala berarti bulatan, lingkaran, lingkaran daerah, atau kawasan . Dengan demikian, Wawasan Wiyatamandala berarti suatu pandangan atau tinjauan mengenai lingkungan pendidikan/pengajaran.
Beradasarkan pokok pengertian di atas, dapatdiartikan bahwa wawasan wiyatamandala adalah cara pandang kalangan pendidik pada umumnya dan perangkat/warga sekolah khususnya tentang keberadaan sekolah sebagai pengemban tugas pendidikan di lingkungan masyarakat.
Tumbuh dan berkembangnya pandangan tersebut harus tetap berdasarkan falsafah pancasila dan berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dengan adanya pandangan semacam itu , dapat dipastikan bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan, akan semakin dapat meningkatkan peran dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat . Hal itu berarti usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan akan dapat dicapai secara lebih baik sebagaimana harapan kita bersama.
Baca Juga : Panduan MPLS SMP
Makna Wawasan Wiyatamandala
Untuk dapat melaksanakan daya upaya yang sebaik-baiknya serta demi keberhasilan proses pendidikan, diperlukan pandangan atau tinjauan yang sama dari seluruh warg sekoah mengenai sekolah sebagai lembaga pendidikan. Setiap warga sekolah wajib menjamin dan menyelenggarakan seluruh proses pendidikan di sekolahnya. Kesatuan pandang yang disebut Wawasan Wiyatamandala merupakan kebijakan di lingkungan (mandala) pendidikan (wiyata). Wawasan Wiyatamandala harus merupakan suatu wawasan yang menjamin berlangsungnya proses pendidikan di sekolah secara efisien dan efektif. Wawasan wiyatamandala adalah kebijakan yang mengikat setiap warga sekolah (kalanagan pendidikan) sebagai suatu wahana menuju tercapainya tujuan pendidikan nasional yang kita idam-idamkan bersama. Di samping itu perlu dimengerti pula bahwa wawasan wiyatamandala bukanlah “ikatan mati”. Wawasan Wiyata mandala tetap terbuka dan memberikan peluang bagi kemungkinan adanya pengembangan/pemekaran pandangan secara ideologis, baik dalam lingkungan sekolah itu sendiri maupun ditengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, Wawasan Wiyata mandala juga dapat menjamin tumbuhnya kondisi dinamis dalam kehidupan di sekolah
Adapun unsur-unsur Wawasan Wiyatamandala adalah
- Sekolah merupakan lingkungan pendidikan.
- Kepala Sekolah mempunyai wewenang dan tanggungjawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolahnya.
- Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan;
- Para warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru;
- Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya dan mendukung antar warga.
Sumber : Bahan Penataran P4 Bagi Siswa Untuk Siswa SLTA Bagian Ke dua (Kemdikbud)