Tatakrama Siswa – Komunikasi dengan orang lain dalam pergaulan merupakan arena yang paling banyak menuntut diterapkannya tatakrama. Oleh karena itu, ada anggapan yang menyatakan bahwa tata krama dan komunikasi dalam pergaulan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya ibarat benang yang lain menjalin dan menghasilkan suatu tenunan yang utuh . Sekarang perlu diketahui apa yang dimaksud dengan tatakrama.
Secara harfiah tatakrama terdiri dari dua kata yaitu tata yang berarti adat, aturan, norma dan peraturan, dan Krama yang berarti sopan santun, kelakuan, tindakan dan perbuatan. Dengan demikian, tatkrama berarti kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat.
Tatakrama telah menjadi bagian dalam hidup kita dan merupakan persyaratan dalam kehidupan sehari-hari . Mempelajari tatakrama itu sangat penting, karena tatakrama merupakan gerak dan langkah kehidupan sehari-hari di semua lapisan masyarakat dalam berkomunikasi dengan sesamanya.
Mungkin Anda masih ingat bagaimana orangtua Anda memilih bermacam-macam kebiasaan dalam berbagai kesempatan, melatih cara bertamu, dan lain lain. Karena latihan tersebut, perilaku Anda terbentuk menjadi kebiasaan, tanpa memikirkan mengapa Anda harus berperilaku demikian.
Tatakrama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas, lama kelamaan merambat ke lingkungan masyarakat yang lebih luas. Perkembangan itu berlangsung secara perlahan tanpa diarahkan, dan pada akhirnya diterima sebagai kesepakatan bersama. Lama kelamaan kesepakatan bersama ini diterima sebagai kesepakatan nasional.
Baca Juga : Pengertian Profil Pelajar Pancasila
Dalam pergaulan hidup antamanusia yang yerjadi di berbagai lingkungan kehidupan diperlukan sikap saling menghargai dan saling menghormati, sopan dalam bersikap dan bertutur sapa dengan sesama , serta saling manjaga perasaan agar tidak terjadi hal-hal yang mengganggu hubungan persabatan dan persaudaraan. Sehubungan dengan keharusan di atas, dalam pergaulan diperlukan tata cara bergaul yang antaralain meliputi :
- Tata cara berbicara, baik secara tatap muka maupun melalui telepon atau dengan perantara pesan elektronik
- Tata cara bergaul dilingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara.
- Tata cara penampilan, yang akan menunjukan apakah seseorang dapat menempatkan diri sesuai dengan harkat dan martabatnya atau tidak
Tata cara yang mengatur keharmonisan dalam bergaul disebut tatakrama, adat sopan santun, atau etiket. tatakrama merupakan persyaratan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan merupakan tuntutan masyarakat di mana saja dan dalam waktu kapan saja. Perlu diingat bahwa Tatakrama dipengaruhi oleh adat istiadat. Falsafah negara, agama, ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu tatakrama merupakan adat sopan santun yang berlaku dalam lingkungan kehidupan tertentu.
Tatakrama yang berlaku di satu tempat belum tentu dapat diterima di tempat lain. Tatakrama ini disebut tatakrama setempat. Hal ini jelas bagi bangsa indonesia yang berbhineka tunggal ika. Cara memberi salam pada berbagai suku bangsa di Indonesia bervariasi. Ada yang bersalaman , ada pula yang sungkem, ada yang mencium tangan dengan ujung hidung. Selain itu ada pula tatakrama yang berlaku secara nasional. Misalnya bagaimana sikap kita mengikuti upacara bendera. tatakrama ini berlaku untuk seluruh bangsa indonesia di seluruh persada nusantara.
Waktu dan perkembangan zaman turut mewarnai tatakrama yang berlaku . Kita hidup dalam kurun waktu yang ditandai dengan aneka ragam perubahan yang sangat cepat . Perubahan tersebut membawa akibat bagi tatakrama yang berlaku dalam berbagai segi kehidupan . Perubahan tersebut antara lain dipengaruhi oleh cara memandang dan menafsirkan norma norma kehidupan . Apa yang dulu dilarang . kini menjadi anjuran atau sebaliknya. Dahulu apabila seorang anak berbicara dengan menatap wajah orangtuanya dianggap tidak sopan. akan tetapi sekarang justru sebaliknya. berbicara tanpa memandang wajah orang yang diajak bicara adalah sikap yang tidak sopan.
Dalam menentukan sikap apakah sesuai dengan kaidah sopan santun perlu hati-hati. Dengan mempelajari tatakrama, siswa diharapkan dapat memiliki petunjuk cara bersikap dan bertingkah laku dalam pergaulan sehari hari
Siswa setidak-tidaknya menyandang tiga predikat:
- Ia adalah warga negara
- Ia tetap menjadi salah satu anggota keluarga
- Ia adalah anggota masyarakat , baik masyarakat tetangga, organisasi, desa, maupun kelurahan, dan khayalak ramai serta sebagai warga negara
Sebagai warga sekolah, siswa akan berkomunikasi dengan guru, tata usaha sekolah, dan teman sekolah. Sebagai angota keluarga, siswa akan berkomunikasi dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Sebagai anggota masyarakat siswa akan menjalin hubungan dengan bermacam-macam manusia yang mempunyai pekerti yang beraneka ragam. Dalam berbagai hubungan tersebut diatas, tatakrama akan berperan dan menuntun tingkah laku tertentu dari para siswa. Tatakrama memberi warna dalam pergaulan antarmanusia. Bagaimana menciptakan situasi pergaulan yang harmonis turut dipengaruhi oleh tata krama.
Perlu disadari, kegagalan dalam bergaul banyak disebabkan karena kurangnya sopan santun. Oelh karena itu perlu diperhatikan 4 kunci pokok agar terjadi keserasian dalam pergaulan. Keempat kunci pokok tersebut adalah :
- Perlakukan orng lain sebagaimana Anda memperlakukan diri sendiri.
- Hargailah setiap orang menurut jadi diri masing masing.
- Anda perlu membuka diri agar dikenal. Hal ini akan membantu cara orang lain bersikap terhadap diri Anda.
- Percaya kepada orang lain , cinta dan sedia berkurban
Dipandang dari tingkah laku , tatakrama terdiri dari :
- Tatakrama berbicara
- Tatakrama pergaulan
- Tatakrama penampilan
Di bawah ini akan diuraikan ketiga macam tatakrama tersebut
Tatacara Berbicara
Pepatah mengatakan
“Berjalan peliharalah kaki, berkata peliharalah lidah “
“Lidah lebih tajam dari pedang”
Dari kedua pepatah tadi dapat dipahami bahwa berbicara mempunyai peran yang penting. Berhasil atau tidaknya seseorang dalam pergaulan, antara lain dipengaruhi dari cara seseorang itu berbicara . Uacapan yang dikeluarkan harus benar-benar disharing . Sekali terlontar kalimat yang menusuk perasaaan sukar untuk ditarik kembali. Walaupun mungkin dapat diperlemah dengan mengucapkan “maaf” , namun sudah sempat membekas di hati orang yang diajak berbicara.
Hal-hal yang perlu dihindari dalam tata cara berbicara ini antara lain :
- Membicarakan hal-hal yang dapat menyinggung perasaaan orang lain;
- Mempermalukan orang lain;
- Memborong seluruh pembicaraan;
- Memotong Pembicaraan orang lain;
- Berbisik-bisik dalam suatu pertemuan;
- Menyela pembicaraan tanpa diminta;
- Berbicara sambil bertolak pinggang;
Tatakrama Pergaulan
Dalam kehidupan sehari hari , banyak sekali keadaaa atau situasi yang menghendaki dipatuhinya norma-norma kesopanan agar tingkah laku kita tidak menyinggung perasaan orang lain dan pergaulan tetap harmonis. Berkenalan dan bertamu adalah sebagian dari bentuk pergaulan seperti dimaksud di atas yang sangat penting artinya dalam kehidupan sehari-hari. Dibawah ini akan dikemukakan pembahasan mengenai kedua jenis pergaulan tersebut.
Tatakrama berkenalan dan bertamu cukup beagam antar suku , wilayah, dan bangsa. Mesikupun demikian, diantara keragaman tadi ada aturan-aturan umum yang disepakati bersama . Aturan-aturan umum yang disepakati tersebut dapat dimanfaatkan. namun penerapannya disesuaikan dengan situasi an kondisi yang dihadapi
- Tata cara berkenalan
- Umumnya masih ada anggapan, jika seseorang memperkenalkan diri sebaiknya melalui seorang perantara. Hal ini dapat dilakukan , tetapi tidak mutlak . Dalam berkenalan sebaiknya kedua belah pihak menyebutkan namanya masing masing secara jelas. Waktu berkenalan pada umunya kita berjabat tangan.
- memang ada beberapa daerah yang empunyai tradisi sendiri dalam berkenalan. Misalnya di suku Sunda ada kebiasaan bersalaman dengan mengantupkan tangan, saling menyentuh ujung jari, lalu menarik tangan terkatup ke ujung hidung. Dikalangan masyarakat Aceh dan beberapa daerah lainnya , ada kebiasaan menaruh tangan kanan didada setelah berjabat tangan
- Tata cara bertamu, Bia bertamu ke rumah seseorang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan , yaitu :
- Datang pada waktu yang tepat tidal pada waktu istirahat.
- Alangkah baiknya bila memberi khabar terlebih dahulu, misalnya melalui surat atau telepon.
- Mengetuk pintu seperlunya, tidak terlalu keras, sekedar dapat terdengar dari dalam. kalau belum ada reaksi dari dalam ulangilah ketukan tersebut (cukup sampai tiga kali saja)
- Membuka sepatu dan sandal
- Jangan memasuki kamar tempat bertamu
- Mengucapkan salam bila datang ke rumah orang.
- Bila menerima tamu hendaknya diusahakan agar :
- Menerima tamu dengan wajah jernih
- Menerima tamu dengan membukakan pintu dan mempersilahkan tamu untuk duduk
- Jika tamu tersebut datang pada waktu tuan rumah akan pergi untuk suatu keperluan penting, katakan terus terang tanpa menyinggung perasaan tamu tersebut.
- Pada saat tamu akan pulang , bukakanlah pintu dan mempersilahkan tamu berjalan terlebih dahulu
Tatakrama Penampilan
- Tata cara Berbusana
- Indonesia sangat kaya dengan bermacam-macam busana, baik busana tradisional maupun busana yang diubah sedemikian rupa sehingga memperlihatkan adanya pengaruh dari luar. Misalnya gaun untuk pesta yang dibuat dalam beraneka model. perlu diperhatikan pula bahwa dalam memilih busana hendaknya disesuaikan dengan bentuk tubuh . Janganlah meniru cara berpakaian orng barat yang tak sesuai dengan kepribadian Indonesia
- Untuk pakaian seragam sekolah, ada beberapa hal yang patut diperhatikan, yaitu :
- Memasukan blouse atau kemeja ke dalam rok atau celana panjang
- Mengancingkan secara penuh kancing baju
- Mempergunakan ikat pinggang yang biasa (pantas untuk ke sekolah)
- Menyemir sepatu agar menimbulkan kesan bersih
- Agar penampilan memberi kesan yang baik, usahakan kebersihan, kerapihan, dan keserasian busana yang dipergunakan . Jangan menggunakan pakaian untuk rekreasi kesekolah . Pakaian Nasional dapat dipergunakan pada upacara nasional, misalnya pada pesta perkawinan atau pada acara resmi lainnya.
- Tata cara Bersolek dan menggunakan perhiasan
- Setiap siswa yang akan pergi ke sekolah hendaknya berpakaian sesuai dengan ketentuan sekolah. janganlah bersolek berlebihan, khususnya siswa putri. Tampak kurang pantas jika menggunakan perhiasan yang berlebihan. Kesan pertama bagi orang yang melihat adalah seolah-olah Anda menjadi etalase berjalan
- Begitu pula dalam menghadiri suatu pesta, pelengkap busana seperti anting-anting, kalung, gelang, cincin, kembang, tas, arloji dan ikat pinggang hendaknya disesuaikan dengan raut muka dan bentuk tubuh.
- Tata cara berjalan bersama
- Kalau seorang pria berjalan dengan seorang wanita, hendaknya pria berjalan pada bagian yang berdekatan dengan lalu lintas, sedangkan wanita dilindungi samping kanan atau kirinya bergantung pada arah lalu lintas. Kalau ada seorang pria dan dua wanita, maka si pria harus berjalan pada sisi yang berdekatan dengan lalu lintas. Ia melindungi wanita disampingnya.
- Tata cara makan
- Beberapa tata cara makan yang bersifat umum perlu diperhatikan , apalagi pada acara resmi. Jika hendak duduk di kursi waktu makan haruslah dari sebelah kiri, demikian pula kalau hendak ke luar. geserlah kursi perlahan-lahan waktu hendak duduk dengan memperhatikan jarak, jangan terlalu jauh atau terlalu dekat dengan meja.
Sumber : Bahan Penataran P4 Bagi Siswa Untuk Siswa SLTA Bagian Ke dua (Kemdikbud)
[…] Baca Juga : Tatakrama Siswa […]