young student making presentation to classmates and teacher

Pengantar

Lesson Study sudah berkembang di Jepang sejak awal tahun 1900-an. Melalui kegiatan tersebut guru-guru di Jepang mengkaji pembelajaran melalui perencanaan dan observasi bersama yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik aktif belajar mandiri. Lesson Study merupakan terjemahan langsung dari dua kata Jepang yaitu jugyo yang berarti lesson atau pembelajaran, dan kenkyu yang berarti study merupakan studi, penelitian atau bisa dikatakan sebagai pengkajian terhadap pembelajaran.

Lesson Study merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dabn berkesinambungan, dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran, yang dapat mendorong terbukanya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri baik pada tataran individual maupun manajerial.

Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community

Ciri-ciri Lesson Study

  1. Tujuan bersama jangka panjang. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas, misalnya tentang : pengembangan kemampuan individual peserta didik, dan sebagainya.
  2. Materi pelajaran yang penting.Lesson Study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran peserta didik serta sangat sulit untuk dipelajari peserta didik.
  3. Studi tentang peserta didik secara cermat. Fokus yang paling utama dari lesson study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan peserta didik, misalnya apakah peserta didik menunjukan minat dan motivasinya dalam belajar, bagaimana pesrta didik berkerja dalam kelompok kecil dan sebagainya.
  4. Observasi pembelajaran secara langsung.Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya lesson study . untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan peserta didik tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (lesson plan) atau hanya melihat dari tanyangan video, namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung . Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap dan bukan sebagai pengganti.

Baca Juga : Model-Model Pembelajaran

Tujuan Lesson Study

  1. Memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana peserta didik belajar dan guru mengajar;
  2. Memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru laiinya. diluar peserta lesson study;
  3. Meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif.
  4. Membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya

Manfaat Lesson Study

Memberikan keutungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat:

  1. Memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan, materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada peserta didik,
  2. Memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan peserta didik, misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan , pengembangan perspektif dan cara berfikir peserta didik, serta kegandrungan pesrta didik terhadap ilmu pengetahuan,
  3. Mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan lesson study)
  4. Belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada peserta didik,
  5. Mengembangkan keahlian dalam mengajar , baik pada saat merencanakan maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran,
  6. Membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial, dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang baik tentang pengetahuan maupun ketrampilannya dalam membelajarkan peserta didik, dan
  7. Mengembangkan “the eyes to see students” (kodomo wo miru me) dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (observer) pengamatan tentang perilaku belajar peserta didik bisa semakin detail dan jelas.

Pentingnya Lesson Study Dalam Meningkatkan Kualitas Guru

Lesson study dapat dipilih sebagai salah satu cara meningkatkan kualitas guru , hal ini dapat dilihat dari :

  1. Pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada hasil “sharing” pengetahuan profesional yang berlandaskan pada praktek dan hasil pengajaran yang dilaksanakan para guru.
  2. Penekanan mendasar suatu Lesson study adalah para peserta didik memiliki kualitas belajar.
  3. Tujuan pelajaran dijadikan fokus dan titik perhatian utama dalam pembelajaran di kelas
  4. Berdasarkan pengalaman real dikelas, lesson study pembelajaran mampu menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran.
  5. Lesson study akan menempatkan peran guru sebagai peneliti pembelajaran

Prosedure Pelaksanaan Lesson Study

Secara umum, tahapan dalam lesson study meliputi tiga, yaitu plan, do, dan see. Secara teknis, ke tiga tahap tersebut dipaparkan sebagai berikut :

  1. Plan (perencanaan pembelajaran) Setelah sebelumnya melakukan telaah kurikulum serta merumuskan , tujuan pembelajaran dan tujuan pengembangan peserta didik, langkah awal dalam rangkaian lesson study adalah merancang pembelajaran untuk mencapai tujuan dalam wujud perangkat pembelajaran, termasuk di antaranya Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) . Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif antara peserta didik, guru pembimbing lapangan dan guru pamong
  2. Do (pelaksanaan dan pengamatan pembelajaran) Langkah ini dimaksudkan untuk melaksanakan pembelajaran di kelas berdasarkan perangkat pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya . Kegiatan ini dilakukan oleh salah seorang peserta didik yang terlibat dalam kegiatan perencanaan pembelajaran tersebut. Bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran, dilakukan pula pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran tersebut. Pengamatan ini dilakukan oleh peserta didik dalam satu bidang yang sama , guru pamong dan dosen pembimbing lapangan . Pengamatan dapat pula melibatkan peserta didik /guru dalam bidang studi serumpun maupun bidang studi lain. Pada saat melakukan pengamatan (see), perhatian difokuskan kepada perilaku peserta didik di kelas (bukan pada aktivitas mengajar guru)
  3. See (refleksi pembelajaran) Setelah melaksanakan pembelajaran dan mengamatainya, seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pengamatan melakukan refleksi untuk mendiskusikan pembelajaran yang dikaji tersebut dan menyempurnakannya serta merencanakan pembelajaran berikutnya. Dalam tahap refleksi ini, pembahasan tidak dimaksudkan mengomentari aktivitas guru ketika melaksanakan pembelajaran, melainkan lebih diarahkan pada hasil pengamatan terhadap perilaku peserta didik selama proses pembelajaran dikelas. Dengan demikian tidak ada komentar terhadap perilaku guru ketika mengajar, namun diharapkan berdasarkan relfeksi pengamat terhadap perilaku peserta didik tersebut , guru model akan dapat merefleksikan dirinya sendiri.

Hasil maksimal akan diperoleh apabila ketiga tahap diatas dilaksanakan secara utuh dan berkesinambungan . Melalui kegiatan lesson studi ini kelemahan guru model pada setiap tahap pembelajaran yang dilaksanakan dapat diperbaiki dan disempurnakan.

Keunggulan dan Kelemahan Lesson Study

Terlihat jelas bahwa lesson study ini memiliki banyak manfaat bagi guru. Susilo (2009) menyebutkan beberapa manfaat yang dirasakan oleh guru ketika mengikuti lesson study, seperti :

  1. Mengurangi keterasingan guru dari komunitasnya dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan perbaikannya.
  2. Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembalajarannya.
  3. Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan dan urutan kurikulum.
  4. Membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas belajar peserta didik.
  5. Meningkatkan kolaborasi antar sesama guru dalam pembelajaran.

Meskipun banyak manfaat yang didapatkan oleh guru ketika mengikuti lesson study , namun dalam pelaksanaannya kegiatan ini juga sering mengalami hambatan. hambatan terbesar dalam pelaksanaan lesson studi ini yaitu kurangnya pemahaman dan komitmen guru mengenai apa, mengapa, dan bagaimana melaksanakannya. selain itu faktor budaya dan biaya.

Sumber Buku : Pembelajaran Abad 21 oleh Drs Daryanto dan Bambang Suryanto, Ph.D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *