Sistem Pendidikan di Amerika Serikat – Amerika dengan penduduk sebanyak 310 juta merupakan salah satu negara terbesar di Dunia; Negara Federal dengan 50 negara bagian dan 1 federal distrik tersebar di daratan yang sangat luas. Dengan kapasitas ekonomi dan pendapat perkapita yang tinggi, Amerika mampu memberikan pendidikan yang hamper merata ke seluruh penduduknya. Pada tahun 2013 terdapat sekitar 50,1 juta anak sekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA, serta 21,8 juta mahasiswa. Jumlah guru full time di Amerika adalah 3,3 juta guru. Dana untuk pendidikan sampai dengan tingkat SMA mencapai 591 Milliar USD. Sistem Pendidikan pada jenjang Primary dan Secondary di AS terdiri
dari 12 kelas selama 12 tahun, melalui jenjang Primary (setara SD) dan Secondary (setara SMP dan SMA) sebelum masuk ke Pendidikan Tinggi. Pembagian kelas di jenjang Primary dan Secondary pada beberapa State tidak sama. Sebagian State mempunyai sistem 6+3+3, sebagian yang lain mempunyai sistem 5+3 +4. Namun, secara umum sebagian besar State menganut pembagian jenjang Primary 5 tahun (K5), Middle School (SMP) 3 tahun, dan High School (SMA) 4 tahun. Meskipun tidak ada kurikulum nasional di AS, State bersama sekolah dan asosiasi sekolah maupun asosiasi keahlian merekomendasikan standar tertentu untuk memandu kurikulum yang digunakan di sekolah. Oleh karena itu, setiap State memiliki standar dan kurikulum yang berbeda-beda. Pada umumnya, siswa diberikan pelajaran Aritmatika dan Matematika, bahasa Inggris, terutama Basic Grammar, Spelling, dan
Vocabulary, Ilmu Sosial, Sains, Pendidikan Jasmani dan Fine Art and Reading. Kemampuan berbahasa Inggris mendapat penekanan yang tinggi di AS, walaupun tidak ada Undang-Undang yang mengatakan bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa nasional. Mengeja dan membaca mendapat perhatian sejak SD. Olah raga merupakan pelajaran pilihan wajib dan standar sekolah. Baik SD, SMP, dan SMA harus mempunyai fasilitas olah raga yang baik. Dipercaya bahwa olahraga memupuk sportifitas dan solidaritas yang sehat.
Sekolah wajib secara teratur mengevaluasi siswa dan melaporkan hasil evaluasi secara periodik. Secara umum, para siswa dan prestasi belajarnya secara teratur dinilai oleh sekolah dengan menggunakan berbagai tes. Secara nasional, kemampuan belajar siswa K12 dievaluasi oleh institusi yang disebut National Assessment of Educational Progress
(NAEP) yang merupakan program dari Departemen Pendidikan. Program ini merupakan satu-satunya program yang secara menerus mengevaluasi kemampuan siswa secara nasional untuk berbagai bidang studi. Hasil dari evaluasi dimasukkan dalam laporan yang disebut
sebagai Nation’s Report Card yang memungkinkan perbandingan dari kualitas pendidikan di berbagai State. Laporan ini juga digunakan untuk perbandingan kualitas sekolah yang dievaluasi terhadap kualitas nasional,atau perbandingan antar State. Penilaian dilakukan secara periodik dalam mata pelajaran Matematika, Membaca, Ilmu Pengetahuan,
Menulis, Seni, Kewarganegaraan, Ekonomi, Geografi, dan Sejarah AS. Evaluasi belajar nasional maupun lokal tidak digunakan untuk menentukan naik atau tidaknya anak dari SD ke SMP atau SMP ke SMA, Evaluasi digunakan untuk melihat kualitas pembelajaran di sekolah dalam tingkat lokal dan nasional. Sedangkan untuk penilaian untuk masuk universitas, semua anak harus mengikuti tes yang bersifat nasional, yaitu SAT atau Scholastic Assessment Test. SAT dikembangkan oleh lembaga swasta yang bernama College Board, yang digunakan untuk
menilai kesiapan siswa untuk masuk universitas. Pada mulanya tes ini,dengan singkatan yang sama, bernama Scholastic Aptitude Test dan sudah digunakan sejak tahun 1926. SAT digunakan oleh semua universitas di AS untuk seleksi penerimaan. Pada perkembangannya, SAT digunakan bersama dengan tulisan esai untuk seleksi masuk ke universitas.
Di AS tidak ada peraturan secara nasional mengenai sertifikasi guru, walaupun secara nasional guru harus bersertifikat. Sertifikasi guru berbeda di tiap State. Peraturan dan prosedur sertifikasi ditentukan oleh State Department of Education (Kantor Wilayah Pendidikan). Guruguru untuk K12 minimum adalah Sarjana Pendidikan pada subjek yang
bisa mendapatkan sertifikat, misalnya Bahasa Inggris, Seni, Ilmu Pengetahuan, Matematika, dan sebagainya. Penjaminan mutu sekolah dari Kindergarten hingga Perguruan Tinggi dilakukan oleh lembaga independen yang diakui pemerintah, Pemerintah Federal mempunyai aturan untuk pelaksanaan akreditasi. Namun, undang-undang dan peraturan mengenai akreditasi, sebagai salah satu cara untuk penjaminan mutu, ada di hampir semua States.
Penjaminan mutu juga dilaksanakan dengan tes-tes yang secara teratur dilakukan oleh pemerintah Federal dan State untuk mengetahui kualitas seolah Primary dan Secondary.
Pengantar
Amerika Serikat (United States of America) adalah negara federal yang terdiri dari 50 negara bagian (States) dan 1 distrik federal (Washington, DC). Peta Amerika Serikat beserta negara bagiannya Amerika Serikat (AS) merupakan negara daratan yang luas 9,83 juta kilometer persegi, dengan peduduk sekitar 310 juta. Amerika merupakan ”negara imigran” yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang berimigrasi ke Amerika. Pada tahun 2013, negara ini mempunyai Gross Domestic Product (GDP) sebesar 16,7 triliun USD dengan pendapatan
perkapita sekitar 50 ribu USD. AS menerapkan wajib belajar sampai usia 18 tahun secara gratis. Pada jenjang pendidikan tinggi juga disediakan pendidikan yang murah dengan beragam jurusan yang dilayani oleh Community Colleges.Sistem pendidikan di AS terbagi dalam 4 jenjang :
- Pre-elementary (pre-school)
- Elementary (kindergarten-Grade 5)
- Secondary (Grade 6- Grade 12)
- Post Secondary (college-university)
Jenjang pendidikan Pre-elementary sampai dengan Secondary disebut sebagai K12. Di AS tidak mempunyai sistem pendidikan nasional, namun diserahkan kepada setiap State termasuk standar pendidikan dan ujian untuk K12. Kebijakan untuk kurikulum, guru, pendanaan, tenaga kerja, dan kebijakan lainnya bahkan dapat dibuat oleh County melalui
School Board yang anggotanya dipilih secara lokal. Sedangkan, College dan Universitas mempunyai standar pendidikan sendiri yang dibuat oleh asosiasi pendidikan dan badan akreditasi independen yang diakui pemerintah.
AS mempunyai sekitar 130 ribu sekolah yang terdiri dari 98 ribu sekolah pemerintah (negeri) dan 30 ribu sekolah swasta dengan jumlah siswa sebanyak 50,1 juta anak yang diajar oleh 3,3 juta guru full time equivalent (FTE), sehingga rasio guru berbanding siswa sebesar 1:15.
Pada jenjang pendidikan tinggi, tercatat sekitar 21,8 juta mahasiswa yang kuliah di Perguruan Tinggi pada tahun 2013 dengan jumlah mahasiswa perempuan sebanyak 13,4 juta dan 8,3 juta laki laki. Setiap tahun Perguruan Tinggi di AS diperkirakan meluluskan 943 ribu
Associate’s Degree, 1,8 juta Bachelor’s Degree, 778 ribu Master’s Degree, dan sekitar 177 ribu Doctor’s degree. Organisasi pendidikan di tiap State dan County berbeda-beda. Satu State biasanya mempunyai State Department of Education yang membawahi County Public School di tiap County.Tingkatan Pendidikan
Baca Juga : Education System in Indonesia
Sistem Pendidikan di AS terdiri dari 12 kelas selama 12 tahun, melalui jenjang Primary (setara SD) dan Secondary (setara SMP dan SMA) sebelum masuk ke Pendidikan Tinggi. Namun, anak-anak dapat mulai sekolah sejak usia 3 tahun dijenjang pre-school sampai usia 5
tahun.Pembagian kelas di jenjang Primary dan Secondary pada beberapa State tidak sama. Sebagian kecil State mempunyai sistem 6+3+3 (6 tahun Primary School, 3 tahun Middle School, dan 3 tahun High School), namun sebagian besar State mempunyai sistem 5+3+4 (5 tahun Primary School, 3 tahun Middle School, dan 4 tahun High School). Sebagai tambahan
informasi, di AS juga dikenal istilah Elementary School yang dimulai dari Kindergarten sampai Grade 5. Tahun ajaran sekolah biasanya dimulai pada bulan September (Fall).
Umumnya siswa dikelompokkan dalam kelas berdasarkan usia. Apabila sampai 31 Juli tahun berjalan siswa telah berusia 5 tahun, maka siswa tersebut dapat masuk sekolah mulai bulan September di tahun yang sama. Namun, apabila siswa tersebut baru berusia 5 tahun setelah
31 Juli tahun berjalan, maka siswa tersebut dapat mulai sekolah pada bulan September tahun berikutnya.

Kurikulum
Di AS tidak ada kurikulum yang diberlakukan secara nasional. Kurikulum yang digunakan di sekolah ditetapkan oleh masing-masing State bersama sekolah, asosiasi sekolah dan asosiasi keahlian. Oleh karena itu, setiap State memiliki standar dan kurikulum yang berbeda-beda.
Bagi sekolah yang ingin mendapatkan dana Federal melalui program Undang-Undang No Child Left Behind, pemerintah AS mengharuskan sekolah tersebut memberlakukan standar kualifikasi tertentu. Tujuan dari kurikulum ini adalah untuk memastikan bahwa semua anak diberi kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuannya, mengembangkan potensi mereka dan mempersiapkan mereka untuk memenuhi tantangan belajar di abad 21. Kurikulum ini memberikan perhatian yang tinggi pada anak sebagai pembelajar dan
menggunakan berbagai metodologi pengajaran. Selain itu, kurikulum ini bertujuan untuk mendorong pengembangan keterampilan utama dalam berkomunikasi (melalui tulisan ataupun lisan), pemecahan masalah dan berpikir analitis. Secara khusus, penekanan dilakukan pada keterampilan membaca dan berhitung.
Pada umumnya, siswa diberikan pelajaran Aritmatika dan Matematika, bahasa Inggris, terutama basic grammar, spelling, dan vocabulary, Ilmu Sosial, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Fine Art and Reading. Kemampuan berbahasa Inggris mendapat penekanan yang tinggi di AS, walaupun tidak ada Undang-Undang yang mengatakan bahwa bahasa Inggris adalah bahasa nasional. Mengeja dan membaca mendapat perhatian sejak SD. Terdapat juga kompetisi mengeja yang sangat terkenal di AS yang disebut Spelling Bee. Kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh siswa sejak dini adalah membaca, menulis dan berhitung. Ketiga kemampuan ini dinilai sangat berpengaruh untuk memahami Ilmu Sosial, Sains dan mata pelajaran lainnya. Ilmu Sosial secara umum mengajarkan pengetahuan mengenai
cara membuat dokumentasi, sejarah Amerika, dan geografi. Sedangkan dalam Sains, ilmu pengetahuan yang diajarkan mencakup pengetahuan mengenai Fisika, Kimia, Biologi, Ekologi, dan Fisiologi. Kedalaman dan durasi dari mata pelajaran tersebut diberikan berbeda di tiap State. Standar kurikulum dasar dikeluarkan oleh State yang disebut Common Core State Standard (CCSS). Standar ini mengatur mata pelajaran yang diberikan serta capaian kemampuan pelajar di tiap jenjang. Informasi tentang CCSS tersedia di situs web tertentu, misalnya http://www.corestandards.org/ sehingga memudahkan orang tua dan
guru untuk membantu siswa dalam belajar. Salah satu State yang mengeluarkan CCSS adalah Maryland. CCSS harus dipakai oleh semua sekolah di Maryland mulai tahun ajaran 20131014.
Kurikulum dasar ini menetapkan kualitas pendidikan di bidang English/Language Arts (ELA)
dan Matematika. Standar ini menentukan pengetahuan dan kemampuan yang harus dikuasai
oleh siswa di akhir tiap kelas agar lulusan high school siap untuk masuk ke perguruan tinggi atau ke dunia kerja.
Pada umumnya di tingkat high school, siswa mengambil berbagai macam kelas tanpa penekanan khusus pada mata pelajaran tertentu. Siswa diminta untuk mengambil sejumlah kredit minimal dari mata pelajaran wajib. Pada saat di middle school dan high school, siswa diberi sedikit kebebasan supaya lebih mandiri, misalnya dengan pindah ke kelas yang berbeda untuk mata pelajaran yang berbeda (moving class) dan diperbolehkan untuk memilih beberapa mata pelajaran pilihan asalkan memenuhi jumlah jam belajar per minggu yang disyaratkan. Biasanya, mulai di kelas 9, nilai menjadi bagian dari transkrip resmi siswa. Penggunaan bahasa Inggris dalam mengajar masih merupakan masalah. Bahasa Inggris dituturkan oleh lebih dari 95% penduduk AS. Namun demikian, ada sekitar 9,7 juta anak usia 5 sampai 17 tahun yang berbicara dalam bahasa lain, seperti Spanyol, Cina, Korea, Vietnam, dan sebagainya di rumah-rumah mereka. Sekitar 1,3 juta anak diantaranya, tidak dapat berbicara bahasa Inggris dengan baik atau tidak bisa sama sekali.
Oleh karena itu, bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang sangat penting dari Grade 1 sampai 12. Mata pelajaran ini tidak dalam bentuk tata bahasa Inggris, tetapi dalam bentuk mengarang dan membuat laporan. Sejak dini (bahkan dari kindergarten) anak-anak
dibiasakan membuat jurnal atau laporan dari apa yang mereka lihat dan kerjakan. Mata pelajaran bahasa kedua (bahasa selain Bahasa Inggris) mulai diberikan di middle school.
Pelajaran utama yang merupakan pelajaran wajib di hampir semua high school di AS adalah:
- Sains (biasanya minimal tiga tahun, mencakup biologi, kimia, dan fisika)
- Matematika (biasanya minimal empat tahun, mencakup aljabar, geometri, pra-kalkulus, statistik, dan kalkulus)
- Bahasa Inggris (biasanya minimal empat tahun, mencakup sastra, humaniora, komposisi, bahasa lisan, dan lain-lain)
- Ilmu Sosial (biasanya minimal tiga tahun, mencakup berbagai sejarah, pemerintahan atau ekonomi)
- Pendidikan Jasmani (minimal satu tahun)
Banyak State memberikan mata pelajaran kesehatan sebagai pelajaran wajib. Pada mata pelajaran ini, siswa belajar tentang anatomi, gizi, pertolongan pertama pada kecelakaan, pendidikan seks, dan kesadaran akan bahaya narkoba (NAPZA). Bahasa asing dan beberapa
bentuk pendidikan seni juga merupakan bagian wajib dari kurikulum di beberapa sekolah.
Beberapa mata pelajaran pilihan antara lain adalah:
- Komputer (word processor, pemrograman, desain grafis)
- Atletik (marathon, sepak bola, baseball, bola basket, atletik, renang, tenis, senam, polo air, sepak bola, softball, gulat, cheerleader, bola voli, lacrosse, hoki es, hoki lapangan, tinju, ski atau snowboarding, golf, bersepeda gunung, marching band)
- Karir dan Pendidikan Teknik (pertanian/agriscience, bisnis/pemasaran, keluarga dan ilmu konsumen, pekerjaan kesehatan dan pendidikan teknologi termasuk penerbitan (koran jurnalisme/ mahasiswa, buku alumni, majalah sastra))
- Seni Pertunjukan/Seni Visual (paduan suara, band, orkestra, drama, keramik, fotografi, dan tari)
- Bahasa asing (Spanyol dan Perancis yang umum dipelajari; Cina, Latin, Yunani Kuno, Jerman, Itali, Arab, dan Jepang yang kurang umum dipelajari)
Olah raga merupakan mata pelajaran pilihan yang wajib di sekolah sehingga elementary, middle, dan high school harus mempunyai fasilitas olah raga yang baik. Olahraga dipercaya dapat memupuk sportifitas dan solidaritas yang tinggi. Kompetisi olah raga dari berbagai macam cabang olah raga dilakukan sejak middle school dan lebih beragam di high school. Para juara kompetisi dapat memperoleh beasiswa untuk masuk perguruan tinggi.
Olah raga dan kesenian merupakan bagian dari kurikulum yang penting bagi siswa di high school. Semua anak diwajibkan memilih salah satu cabang olah raga dan cabang musik. Sekolah-sekolah mengidentifikasikan diri dengan olah raga dan grup musik. Siswa yang
terpilih mewakili sekolah untuk cabang olah raga tertentu dan grup musik dapat memperoleh penghargaan yang istimewa. Kurikulum juga menekankan perlunya perhatian yang lebih besar kepada siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus. Di AS anak dengan
kebutuhan khusus dapat belajar di sekolah yang sama dengan anak yang normal.
Baca Juga : Model Sistem Ujian Nasional
Evaluasi Belajar Nasional
Sekolah wajib secara teratur mengevaluasi siswa dan melaporkan hasil evaluasinya secara periodik kepada para siswa dan orang tua mereka. Secara umum, para siswa dan prestasi belajarnya secara teratur dinilai oleh sekolah dengan menggunakan berbagai tes. Tes-tes ini
diselenggarakan oleh sekolah secara desentralisasi. Secara nasional, kemampuan belajar siswa K12 dievaluasi oleh institusi yang disebut National Assessment of Educational Progress (NAEP) yang merupakan program dari Departemen Pendidikan. Program ini merupakan satusatunya program yang secara terus menerus mengevaluasi kemampuan siswa secara
nasional untuk berbagai bidang studi.
Hasil dari evaluasi dimasukkan dalam laporan yang disebut sebagai Nation’s Report Card yang memungkinkan perbandingan dari kualitas pendidikan di berbagai State. Laporan ini juga digunakan untuk membandingkan kualitas sekolah yang dievaluasi terhadap kualitas
nasional, atau antar State. Penilaian dilakukan secara periodik dalam mata pelajaran matematika, membaca, ilmu pengetahuan, menulis, seni, kewarganegaraan, ekonomi, geografi, dan sejarah AS . NAEP bekerja sama dengan ETS (Educational Testing Service),
sebuah lembaga privat yang melakukan evaluasi secara nasional. Hasil tes dimasukkan ke dalam statistik pendidikan di Amerika, tapi tidak digunakan untuk terminal penilaian.
Evaluasi Belajar Lokal
Secara lokal, State juga melakukan evaluasi terhadap siswa di berbagai sekolahan di district atau County di wilayah State. Evaluasi tidak merupakan kewajiban, tetapi sangat disarankan dan didorong dengan adanya No Child Left Behind Act. Berdasarkan undang-undang ini, maka sekolah yang baik akan dapat memperoleh bantuan dari Pemerintah Federal.
Dalam melakukan evaluasi pembelajaran State juga dapat menggunakan lembaga swasta seperti ETS. Independensi lembaga swasta seperti ETS ini sangat dijamin. Hasil evaluasi digunakan untuk perbaikan internal dan menentukan sekolah yang akan mendapat
penghargaan atau masih harus terus diperbaiki oleh State dan County
Evaluasi masuk Perguruan Tinggi
Evaluasi belajar nasional maupun lokal tidak digunakan untuk menentukan naik atau tidaknya anak dari elementary ke middle school atau dari middle school ke high school, Evaluasi hanya digunakan untuk melihat kualitas pembelajaran di sekolah dalam tingkat lokal dan nasional.
Di lain pihak, untuk penilaian masuk universitas, semua siswa harus mengikuti tes yang bersifat nasional, yaitu Scholastic Assessment Test (SAT). SAT dikembangkan oleh lembaga swasta yang bernama College Board, yang digunakan untuk menilai kesiapan siswa untuk
masuk universitas. Pada mulanya, tes ini bernama Scholastic Aptitude Test dan sudah digunakan sejak tahun 1926. SAT digunakan oleh semua universitas di AS untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru. Pada perkembangannya, SAT digunakan bersama dengan tulisan esai untuk seleksi masuk ke universitas. Secara nasional, nilai SAT rata-rata adalah 1500 untuk nilai total tiga mata uji: Critical Reading, Mathematics, dan Writing. Universitas yang baik akan menerima siswa dengan nilai SAT di atas 1700. Princeton dan MIT misalnya, akan menerima siswa yang SAT di atas 1800. Penerimaan di universitas tidak hanya SAT, tetapi juga dengan esai dan di beberapa universitas dengan wawancara.
Selain SAT, ada juga yang menggunakan American College Testing (ACT) atau bahkan keduanya. ACT sudah digunakan sejak tahun 1959 dan menilai mata uji yang lebih banyak dari SAT. Mata pelajaran yang diujikan, antara lain bahasa Inggris, matematika, ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan alam. ACT dan SAT adalah tes untuk
menilai kemampuan siswa, namun keduanya berbeda dalam kontruksi soalnya. ACT menilai kemampuan yang sesuai dengan kurikulum high school, sedangkan SAT menilai berdasarkan pengetahuan umum dan penalaran kuantitatif
Kualitas Guru
Di AS tidak ada peraturan sertifikasi guru secara nasional, namun demikian guru harus bersertifikat. Sertifikasi guru berbeda di tiap State. Peraturan dan prosedur sertifikasi ditentukan oleh State Department of Education. Guru-guru untuk K12 minimal adalah guru yang memperoleh gelar sarjana pendidikan pada subjek yang bisa mendapatkan sertifikat,
misalnya bahasa inggris, seni, ilmu pengetahuan, matematika, dan sebagainya.
Beberapa State mengutamakan bahwa guru harus mempunyai kemampuan mengajar dan sudah lulus tes standar untuk keahlian mengajar. Para guru bisa mendapatkan sertifikat mengajar dari universitas yang menyediakan jurusan pendidikan dan dari beberapa
lembaga swasta yang diakui, karena tidak ada lembaga pemerintah yang memberikan sertifikat mengajar. Guru-guru harus memiliki license atau ijin untuk mengajar berupa Certificate of Eligibility (CE) yang dapat diperoleh dengan mengambil sejumlah kredit tertentu di perguruan tinggi ataupun di lembaga yang memberikan sertifikat. Salah satu contoh adalah di New Jersey (NJ) yang merupakan State pertama memberikan
cara alternatif untuk menjadi guru, bisa dilihat pada Http://www.ocean.edu/campus/osr/alternate.htm. Sebagaimana lulusan high school, guru bisa juga mengambil tes yang dilaksanakan oleh Educational Testing Service (ETS) khusus untuk sertifikasi mengajar. Di banyak State, sebelum mendapat sertifikat,seorang guru harus mengetahui cara mengajar yang baik dan lulus ujian paedagogi, pengetahuan umum, dan pengetahuan mengenai materi subyek yang diajarkan. Tes ETS dilakukan setiap 4 – 6 tahun.
Pada tingkat nasional dikenal adanya National Board for Professional Teaching Standards (NBPTS). Lembaga independen ini memberikan sertifikasi bagi guru yang ingin meningkatkan standar kualifikasinya. NBPTS bertujuan untuk menjaga kualitas guru dengan memberikan standar terkait apa yang harus diketahui dan harus dilakukan oleh
seorang guru. NBPTS juga memberi sertifikat bagi guru yang memenuhi standar tersebut dengan mengembangkan sistem sertifikasi sukarela. Sistem sertifikasi sukarela yang dilakukan oleh swasta berjalan dengan baik karena guru membutuhkan sertifikat untuk meningkatkan karir jabatan dan gaji yang diterimanya. Secara umum, dapat dikatakan
kualitas guru ditentukan oleh sertifikat yang didapatkannya. Sertifikat di beberapa State bisa berbeda, namun pada umumnya terdapat 3 macam sertifikat, yaitu:
- Initial Certificate, diberikan setelah 3 tahun mengajar pelajaran
umum - Transformation Certificate, diberikan setelah 5 tahun
- Professional Certificate
Biasanya, setelah 5 tahun guru akan kembali belajar di universitas untuk mendapatkan sertifikat yang lebih tinggi lagi (Professional Certificate). Sertifikat ini dapat diberikan oleh universitas yang diakui oleh pemerintah. ntuk menjaga kualitas guru dalam mengajar, secara berkala diadakan penyegaran untuk para guru yang diselenggarakan oleh County. Sementara itu, sekali dalam satu minggu para guru diminta mempresentasikan cara mengajar dan dievaluasi bersama. Pada saat itu evaluasi akan diberikan oleh guru senior, kepala sekolah atau penilik sekolah yang hadir, dalam acara mingguan tersebut. Tidak ada guru yang berstatus pegawai negeri, semua berstatus guru kontrak. Namun ada yang bersifat tenure atau dikontrak dengan jangka panjang. Perpanjangan kontrak bergantung pada kualitas kinerja. Karir guru dimulai dari guru junior, kemudian meningkat menjadi guru
senior, kemudian bisa menjadi kepala sekolah atau penilik sekolah.
Pendanaan Pendidikan
Pendanaan pendidikan di AS berasal dari 3 sumber: Pemerintah Pusat (Federal), Pemerintah Negara Bagian (State), dan Pemerintah Lokal (Local/County/City) yang bersifat non profit. Selain itu, pendanaan pendidikan juga disediakan oleh swasta yang bersifat for profit.
Pendanaan oleh pemerintah Federal hanya diberikan pada sekolah yang mengimplementasikan undang-undang No Child Left Behind. Sebagian besar dana pendidikan bersumber dari State dan County. Proporsi pendanaan sekolah di AS dari berbagai sumber dapat dilihat pada Tabel 6.1.

Total pendanaan pendidikan di AS yang disediakan oleh pemerintah rata-rata meningkat 3,6% per tahun yang pada tahun 2014 mencapai 1,01 trilyun USD dan diperkirakan pada tahun 2019 mencapai 1,22 trilyun USD Proporsi besarnya pendanaan pendidikan oleh State/County dibanding sektor yang lain berbeda-beda. Sebagai contoh, State Minnesota mengalokasikan pendanaan pendidikan untuk K-12 sebesar 40,2%, tertinggi dibanding sektor yang lain (lihat Gambar 6.2.)

Sistem Penjaminan Mutu
Penjaminan mutu pendidikan dilakukan melalui tes tingkat Federal dan State yang dilaksanakan secara teratur oleh pemerintah, serta melalui sistem akreditasi. Khusus untuk akreditasi, mengingat sistem pendidikan di AS terdesentralisasi, tidak ada aturan mengenai akreditasi untuk tingkat Primary dan Secondary School pada tingkat federal. Semua sekolah pemerintah harus diakreditasi yang dilakukan oleh berbagai lembaga akreditasi independen yang diakui oleh pemerintah State. Pemerintah hanya mengeluarkan panduan (guideline) untuk State School Accreditation Standard State-level Policies Regarding Accreditation
in Public Schools. Beberapa lembaga akreditasi yang diakui State diantaranya adalah:
• Middle States Association Commission on Elementary Schools (MES-
CES)
• Middle States Association Commission on Secondary Schools (MESCSS)
• Middle States Association Commission on Institution-Wide
Accreditation (MES-CIWA)
• New England Association Commission on American and International
Schools Abroad (NEASC-CAISA)
• New England Association Commission on Independent Schools
(NEASC-CIS)
• New England Association Commission on Public Elementary and
Middle Schools (NEASC-CPEMS)
• New England Association Commission on Public Secondary Schools
(NEASC-CPSS)
• North Central Association Commission on Accreditation and School
Improvement (NCACASI)
• Northwest Association of Accredited Schools (NAAS)
• Southern Association Commission on Accreditation and School
Improvement (SACSCASI)
• Western Association Accrediting Commission for Schools (ACSWASC)
Oleh: Ir. Haryo Winarso, M.Eng., Ph.D
Sumber : “Buku Sistem Pendidikan Dasar dan Menengah di 16 Negara” Diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2014
[…] Baca Juga : Sistem Pendidikan di Amerika Serikat […]