class two student leads his

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti menjadi dasar bagi lahirnya program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Salah satu tujuan Permendikbud ini yaitu menjadikan pendidikan sebagai gerakan yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan keluarga. Maka, sejak 2016, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah gencar
menyosialisasikan GLS melalui beragam jalur kegiatan dalam bentuk pelatihan (workshop), bimbingan teknis, dan rapat koordinasi. Berbagai pemangku kepentingan dilibatkan, antara lain Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, unit utama di lingkungan Kemendikbud, Perpustakaan Nasional, penerbit, kementerian lain, dan perguruan tinggi.
Sosialisasi GLS juga menyentuh hal pokok dalam pembelajaran yaitu penyampaian materi literasi sekolah pada pelatihan kurikulum di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/ kota, hingga guru sasaran. Buku panduan, infografis, dan videografis GLS diproduksi dan disebarkan melalui media cetak, elektronik, dan internet.
Menjejak tahun 2017, seiring keterlibatan intens GLS dalam Gerakan Literasi Nasional, bentuk kegiatan yang lebih komprehensif dijalankan. Fasilitasi aktivitas literasi dilakukan dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sarasehan Literasi Sekolah hadir dalam upaya mencapai tujuan di atas. Acara ini mempertemukan pihak sekolah (guru, kepala sekolah, pustakawan), pegiat literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, orang tua, dan mitra dalam beragam kegiatan. Sarasehan digelar dalam bentuk diskusi, pelatihan, dan unjuk karya. Hal yang diharapkan terjadi dalam interaksi tersebut yaitu penyamaan persepsi, saling berbagi praktik baik, bertukar pengalaman, dan penyebarluasan informasi mengenai penyelesaian masalah di lapangan. Sarasehan Literasi Sekolah pada dasarnya sebagai fasilitator pertemuan para pemangku kepentingan literasi. Acara ini memunculkan jejaring literasi yang erat di ranah sekolah, masyarakat, dan keluarga. Para pemangku kepentingan di tiga area tersebut dapat menjalin komunikasi dan kerja sama usai acara berakhir. Pada titik ini, gerakan literasi di sekolah mendapatkan dukungan dari pihak eksternal sehingga pelaksanaannya akan lebih cepat membuahkan hasil. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud akan terus melakukan kreasi dan inovasi serta merealisasikan keduanya demi kemajuan dunia literasi tanah air.
Perlu dukungan semua pihak agar tujuan tersebut tercapai.

Download

One thought on “Sarasehan Literasi Sekolah 1”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *