children smiling and waving from behind a school window

Pengantar

PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. selanjutnya PAIKEM dapat didefinisikan sebagai pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan berbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, dengan demikian para peserta didik merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan. Diantara metode-metode mengajar yang amat mungkin digunakan untuk mengimplimentasikan PAIKEM, ialah antara lain dengan metode ceramah, metode diskusi; metode demonstrasi; metode role play; metode simulasi dan lain lainnya.

PAIKEM dikembangkan berdasarkan beberapa perubahan/peralihan, peralihan dari belajar perorangan (individual learning) ke belajar bersama (cooperative learning). Beralihnya bentuk evaluasi tradisional ke bentuk authentic assesment seperti portofolio, proyek, laporan peserta didik, atau penampilan peserta didik. Dasar peralihan tersebut diatas sesuai dengan PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 19, ayat (1) yang berbunyi: “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

Baca Juga : Pembelajaran Mind Mapping

Karakteristik PAIKEM

Sebagai strategi pembelajaran di sekolah PAIKEM memiliki karakteristik antara lain :

  1. Berpusat pada peserta didik
  2. Belajar yang berorientasi pada tercapainya kemampuan tertentu
  3. Belajar secara berkesinambungan dan tuntas
  4. Memberikan pengalaman langsung
  5. Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
  6. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
  7. Bersifat fleksibel
  8. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan

Pembelajaran Aktif

Pembelajaran yang aktif berarti pembelajaran yang memerlukan keaktifan semua peserta didik dan guru secara fisik , mental emosional, bahkan moral dan spiritual. Guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta aktif bertanya, membangun gagasan, dan melakukan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman langsung, sehingga belajar merupakan proses aktif peserta didik dalam membangun pengetahuannya sendiri, dengn demikian peserta didik didorong untuk bertanggungjawab terhadap proses belajarnya sendiri.

Sebuah proses belajar dikatakan aktif (active learning) apabila mengandung :

  1. Keterlakatan pada tugas (Commitment)
  2. Tanggung jawab (Responsibility)
  3. Motivasi (Motivation)

Pembelajaran Inovatif

Segala aspek dipandang baru atau bersifat inovatif apabila metode dan sebagainya itu berbeda atau belum dilaksanakan oleh seorang guru meskipun semua itu bukan barang baru bagi guru lain.

Pembelajaran inovatif dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan apabila dilakukan dengan cara mengintegrasikan media/alat bantu terutama yang berbasis teknologi baru/maju ke dalam proses pembelajaran tersebut.

Membangun sebuah pembelajaran inovatif bisa dilakukan dengan cara-cara yang diantaranya menampung setiap karakteristik peserta didik dan mengukur kemampuan/daya serap setiap peserta didik. Sebagian peserta didik ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dan ketrampilan dengan menggunakan daya visual (penglihatan) dan auditory (pendengaran) sedang sebagian lainnya menyerap ilmu dan ketrampilan secara kinestetik (rangsangan/gerakan otot dan raga) . Dalam hal ini, penggunaan alat/perlengkapan (tools) dan metode yang relevan dan alat bantu langsung dalam proses pembelajaran merupakan kebutuhan dalam membangun proses pembelajaran inovatif.

Pembelajaran Kreatif

Kreatif berarti menggunakan hasil ciptaan/kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya. Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum . Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku, namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif . Dengan demikian ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreatifitas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar. Pembelajaran kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan peserta didik dan tipe serta gaya belajar peserta didik

Pembelajaran Efektif

Pembelajaran dapat diakatan efektif atau berhasil guna jika mencapai sasaran atau minimal mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan . Di samping itu, yang juga penting adalah banyaknya pengalaman dan hal baru yang di dapat peserta didik. Guru pun diharapkan memperoleh pengalaman baru sebagai hasil interaksi dua arah dengan peserta didiknya.

Pembelajaran Menyenangkan

Pembelajar yang menyenangkan (joyful) perlu dipahami secara luas, bukan hanya berarti selalu diselingi dengan lelucon, banyak bernyanyi atau tepuk tangan yang meriah. Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang dapat dinikmati peserta didik. Peserta didik merasa nyaman, aman dan asyik. Perasaan yang mengasyikan mengandung unsur inner motivation yaitu dorongan keingintahuan yang diserta upaya mencari tahu sesuatu.

Kelebihan PAIKEM

  • Mengalami : Peserta didik terlibat secara aktif baik fisik , mental maupun emosional
  • Komunikasi : Kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta didik
  • Interaksi : Kegiatan pembelajarannya memungkinkan terjadinya interaksi multi arah
  • Refleksi : Kegiatan pembelajaran yan memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan

Kelemahan PAIKEM

  • Membutuhkan dana, dalam pembelajaran PAIKEM sering kita memakai media sehingga membutuhkan biaya yang lebih untuk menunjang proses pembelajaran.
  • Pengembangan RPP , dalam pembelajaran PAIKEM guru dituntut untuk kerja ekstra dalam pengembangan pembuatan RPP agar dapat menciptakan pembelajaran yang diinginkan.
  • Manajemen kelas dalam pembelajaran ini guru harus selalu dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan.
  • Kurangnya kreatifitas guru dalam pembelajaran PAIKEM guru cenderung malas untuk melakukan pembelajaran yang inovatif.
  • Memerlukan dana yang cukup besar untuk pembuatan media pembelajaran
  • Dibutuhkan ketelitian dalam pengembangan RPPnya.
  • Dibutuhkan kemampuan dalam mengkondisikan suasana kelas agar lebih menyenangkan

Sumber : Pembelajaran Abad 21 oleh Drs Daryanto dan Bambang Suryanto, Ph.D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *