Manajemen Keuangan SMK

Biaya merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Penentuan biaya akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan di dalam suatu organisasi . Jika suatu kegiatan dilaksanakan dengan biaya yang relatif rendah, tetapi menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, maka hal ini dapat dikatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksankaan secara efisien dan efektif.

Mekanisme pembiayaan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan sistem yaitu pendekatan yang berorientasi pada tujuan, alternatif, dan efektivitas. Pendekatan sistem dalam pembiayaan pendidikan dimulai dengan penerapan PPBS (Planning Programing Budgeting Systems) pada awal 1980-an yang selanjutnya dikenal dengan istilah Sistem Penyusunan Program dan Anggaran (SIPPA) atau Sistem Penyusunan Program dan Pengganggaran (SP4). Pada pendekatan ini, terdapat dua unsur yang saling berkaitan yaiu unsur eksternal yang mencerminkan suatu subsistem lingkugan yang lebih luas, dan unsur internal yang menggambarkan sistem itu sendiri. Subsistem eksternal mengandung masalah-masalah umum dan subsistem internal mencakup perencanaan, penyusunan program, penyusunan anggaran, administrasi program dan pengawasan program.

Baca Juga : Panduan Kualitas Sarana dan Prasarana SMK

Pendekatan sistem terhadap pembiayaan telah dimulai pada saat melakukan perencanaan dengan penentuan satuan satuan biaya yang diperoleh dari basil analisis biaya, sampai dengn pengawasan program dengan menentukan satuan biaya terhadap sejumlah biaya yang dikeluarkan untuk melaksankaan suatu kegiatan atau suatu program. Hasil perhitungan biaya dapat dibandingkan mana yang lebih kecil, yang lebih besar, dan yang sama besar dengan mendasarkan kepada hasil pelaksanaan program. Disinilah akan tampat tingkat efisiensi dan efektivitasnya. Dalam pembiyaan pendidikan ada suatu dilema antara peningkatan mutu dengan pemerataan pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu proses pembelajaran dengan meningkatkan kemampuan guru akan membatasi terhadap penambahan kesempatan belajar bagi masyarakat luas. Jika kedua-duanya dilaksanakan secara simutan, maka hal ini akan menuntut adanya penambahan biaya pendidikan yang lebih banyak.

Penambahan biaya pendidikan tanpa mempertimbangkan efisiensi dan efektivitasnya adalah suatu pemborosan. Begitu pula adanya keterbatasan penyediaan dana merupakan hambatan di dalam usaha peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. Oleh karena itu, betapa pentingnya mencari strategi menempatkan usaha peningkatan mutu dalam penggunaan biaya pendidikan.

Revitalisasi-Manajemen-Keuangan-Sekolah_11zon

Sumber Buku “Manajemen Keuangan SMK” Serial Revitalisasi SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *