Proyek lnventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional (IDSN) yang berada pada Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, telah berhasil menerbitkan seri buku biografi dan kesejarahan. Saya menyambut dengan gembira hasil penerbitan
tersebut. Buku-buku tersebut dapat diselesaikan berkat adanya kerja-sama antara para penulis dengan tenaga-tenaga di dalam proyek. Karena baru merupakan langkah pertama, maka dalam buku-buku
hasil Proyek lnventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional itu masih terdapat kelemahan dan kekurangan. Diharapkan hal itu dapat disempurnakan pada masa yang akan datang.
Usaha penulisan buku-buku kesejarahan wajib kita tingkatkan mengingat perlunya kita senantiasa memupuk, memperkaya dan memberi corak pada kebudayaan nasional dengan tetap meme-
lihara dan membina tradisi dan peninggalan sejarah yang mempunyai nilai perjuangan bangsa, kebanggaan serta kemanfaatan nasional.

Sebagaimana telah tercantum dalam Mukadimah UUD 1945 bahwa salah satu tujuan negara yang merdeka adalah mencerdaskan bangsa termasuk melestarikan kebudayaannya. Karena itu, sejak awal pembentukan negara dan penyusunan kabinet yang akan mengatur pemerintahan negara, telah diambil langkah-langkah untuk tujuan itu. Dalam susunan kabinet yang dibentuk tahun 1945, telah diangkat seorang menteri pengajaran. Sejak itu, proses pertumbuhan Kementerian Pengajaran berlangsung sampai kini yang kita kenal dengan Departemen Pendidikan Kebudayaan.

Informasi tentang proses pertumbuhan Kementerian Pengajaran sampai kini menjadi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tersebut masih sangat sedikit, dan kalau ada biasanya hanya meliputi segi tertentu saja, dan juga dalam kurun waktu tertentu pula, jadi tidak mencakup kebijakan dan usaha-usaha
Kementerian/Departemen tersebut di segala bidang dalam kurun waktu yang menyeluruh, padahal sebagai Kementerian/Departemen yang mempunyai tugas mencerdaskan bangsa dan mengembangkan kebudayaannya seharusnya memiliki data yang lengkap untuk mengungkap semua aspek dari peranan dan fungsinya dalam masyarakat.

Mengingat pemikiran serta permasalahan tersebut, maka dirasa perlu untuk mengadakan perekaman serta penyusunan sejarah tentang pertumbuhan dan perkembangan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, terutama mengenai pemikiran-pemikiran tentang pendidikan dan kebudayaan yang ditujukan bagi pemberian informasi kesejarahan kepada masyarakat luas.

DenganĀ· adanya perekaman dan penulisan sejarah pemikiran pendidikan dan kebudayaan ini diharapkan semua aspek dari peranan dan fungsi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam mencerdaskan bangsa serta membina dan mengembangkan kebudayaan bangsa dapat diketahui dengan jelas, se-
hingga dapat dipergunakan oleh m~arakat yang ingin mempelajari masalah pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Di samping itu dapat dipakai pula sebagai bahan pertirnbangan kebijakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk masa yang akan datang.

Lingkup penulisan sejarah pemikiran Departemen ‘Pendidikan dan Kebudayaan ini mencakup periode sejak awal kemerdekaan tahun 1945 sampai dengan tahun 1983 atau akhir Pelita III. Periode tahun 1983 sampai kini tidak ditulis di sini karena masih banyak program yang sedang berjalan atau masih dalam
percobaan. Untuk mengetahui atau inembandingkan pemikiran pendidikan pada masa sebelum kemerdekaan, maka diberikan pula gambaran singkat keadaan pendidikan pada niasa kolonial
Belanda dan pendudukan tentara Jepang, yang membuka bab awal dari buku ini

baca juga : Kurikulum 1994 Pendidikan Menengah

Penulisan buku ini dilaksanakan oleh sebuah tirn yang terdiri atas enam orang yaitu: Drs. Abdumachrnan Surjomihardjo, Dr. Djoko Surjo, Drs. Suradi Hp., Drs. Mardanas Safwan, Dra. Djuariah Latuconsina, dan Drs. Samsurizal.
Team penulis setelah menerima tugas dan mengikuti pengarahan serta mengadakan rapat team telah menghasilikan kerangka penulisan sebagai berikut.
Bab I Periode sebelum Kemerdekaan
Bab II Periode Awai Kemerdekaan (1945-1950)
Bab III Periode Demokrasi liberal (1957-1959)
Bab IV Periode Demokrasi Terpirnpin (1959-1966)
Bab V Periode Orde Baru sampaiAkhir Pelita III (1966-1983).

Untuk kelancaran tugas diadakan pembagian tugas tim sebagai berikut.

  1. Drs. Abdurrachrnan Surjamihardjo, dan
  2. Dr. Djoko Surjo, sebagai konsultan dan penyempumaan naskah.
  3. Drs. Suradi Hp., sebagai ketua tim, menulis Bab III, dan sebagian Bab II.
  4. Drs. Mardanas Safwan, sebagai anggota, menulis Bab I dan Bab II.
  5. Drs. Samsurizal, sebagai anggota, menulis Bab IV.
  6. Dra. Djuariah Latuconsina, sebagai anggota, menulis Bab V.
  7. Penulisan buku ini dapat terlaksana berkat adanya sponsor dan bantuan beberapa pihak. Untuk itu, maka tim penulis mengucapkan terima kasih kepada:
  8. Bapak Drs. Soenjata Kartadarmadja, . Pemimpin Proyek IDSN, sebagai sponsor dan pembina.
  9. Bapak Drs. Subroto, Humas Depdi.kbud, yang telah memberi informasi yang sangat berharga.
  10. Perpustakaan Balitbang Depdi.kbud, UPI – LKN, IKIP Jakarta, dan Ditjenbud, yang telah dengan senang hati meminjamkan buku-buku yang diperlukan.
  11. Semua pihak yang telah membantu terlaksananya penulisan ini.

Team penulis merasa bahwa mungkin masih banyak hal-hal yang belum terliput dalam tulisan ini, oleh karena itu, usul penyempurnaan dari para pembaca akan kami terima dengan senang hati

Semoga buku ini bermanfaat bagi pengembangan usaha-usaha pendidikan dan kebudayaan di negara kita.

Download

Sumber : Kemdikbud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *