Model Pembelajaran Literasi untuk Pembaca Awal -Boleh dikatakan sejak Gerakan Literasi digulirkan pada tahun 2016, hampir semua pendidik dan sekolah terpengaruh dengan kata “literasi”. Literasi ibarat sebuah kata yang penuh energi ketika diucapkan di mana-mana. Bersamaan dengan itu, sebuah hasil riset yang menunjukkan jebloknya daya literasi masyarakat Indonesia adalah riset dari Center of Connecticut State University (CCSU) pada tahun 2016
yang menempatkan Indonesia pada peringkat 60 dari 61 negara paling literat. Fakta ini menunjukkan bahwa sudah selayaknya pemerintah dan masyarakat Indonesia mengambil perhatian penuh terhadap keliterasian. John Miller, President of Central Connecticut State University (CCSU), menyebutkan bahwa kompetensi literasi menjadi salah satu indikator bagi individu suatu bangsa untuk memainkan peranannya dalam kancah ekonomi berbasis ilmu pengetahuan sehingga menjadi penentu masa depan suatu bangsa secara global.
Demikian pula dalam pemeringkatan membaca secara internasional (PIRLS,PISA, dan INAP), Indonesia masih menghadapi banyak masalah. Oleh karena itu, diperlukan strategi dalam pembelajaran literasi.

Sebenarnya apa itu literasi dan bagaimana mendorong seseorang menjadi literat? Di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata literasi mengandung tiga makna sebagai berikut.

  1. Kemampuan menulis dan membaca
  2. Pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu: —
    komputer
  3. Kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk
    kecakapan hidup
    Adapun kata literat hanya didefinisikan sebagai ‘melek huruf’.
    Berdasarkan KBBI, dapat disebutkan bahwa literasi adalah semacam kapasitas
    yang dimiliki individu, baik dalam bentuk pengetahuan maupun keterampilan. Mereka
    yang memiliki kapasitas itu secara mumpuni disebut literat. Dalam ketentuan umum
    Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2019 tentang Sistem Perbukuan, literasi didefinisikan
    sebagai berikut: literasi adalah kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis
    sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai
    upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.
    Peta jalan Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud (2017) mendefinisikan literasi
    sebagai berikut:
  4. suatu rangkaian kecakapan membaca, menulis, dan berbicara, kecakapan
    berhitung, dan kecakapan dalam mengakses dan menggunakan informasi;
  5. sebagai praktik sosial yang penerapannya dipengaruhi oleh konteks;
  6. sebagai proses pembelajaran dengan kegiatan membaca dan menulis sebagai
    medium untuk merenungkan, menyelidik, menanyakan, dan mengkritisi ilmu dan
    gagasan yang dipelajari; dan
  7. sebagai pemanfaatan teks yang bervariasi menurut subjek, genre,dan tingkat
    kompleksitas bahasa.
    Berdasarkan perhelatan Word Economic Forum (2016), anak memerlukan 16
    keterampilan agar mampu bertahan pada abad XXI. Keenam belas keterampilan
    itu diwujudkan ke dalam literasi dasar (bagaimana peserta didik menerapkan

Model Pembelajaran Literasi untuk Pembaca Awal keterampilan berliterasi untuk kehidupan sehari-hari), kompetensi (bagaimana peserta didik menyikapi tantangan yang kompleks), dan karakter (bagaimana pesertandidik menyikapi perubahan lingkungan mereka). Dalam lingkup karakter, penguatan
pendidikan karakter (PPK) di Indonesia mengacu pada lima nilai utama, yakni 1) religius; 2) nasionalis; 3) mandiri; 4) gotong royong; 5) integritas (Kemendikbud, 2016). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah memuat enam daya literasi yang harus dimiliki seorang individu, yaitu

  1. literasi baca-tulis;
  2. literasi numerasi;
  3. literasi sains;
  4. literasi digital;
  5. literasi finansial; serta
  6. literasi budaya dan kewargaan.
    Keenam daya literasi tersebut terintegrasi pada setiap mata pelajaran di sekolah,
    terutama pelajaran SD yang menggunakan kurikulum tematik.
    Pemahaman yang benar terhadap literasi dan bagaimana menanamkan daya
    literasi bagi para pendidik mutlak harus dikuasai sehingga para pendidik tidak sekadar
    melaksanakan kegiatan literasi tanpa suatu tujuan yang berarti. Sesuatu yang terkait
    dengan pengembangan kecakapan hidup (life skill) dapat dikatakan sebagai literasi
    itu sendiri.

Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *