Pedoman Pembentukan MGMP dan KKG

Pedoman Pembentukan MGMP dan KKG – Progresivitas perkembangan ilmu pengetahuan besefta seluruh dampak ikutan yang melekat diakui berkontribusi besar pada perubahan tata kehidupan umat manusia dalam memenuhi kebutuhan kehidupnya, termasuk kebutuhan layanan pendidikan. Dalam konteks tersebut, layanan pendidikan yang teraktualisasi pada proses pembelajaran dituntut untuk beradaptasi dengan dinamika perubahan
sekaligus memberi warna terhadap perubahan itu sendiri sehingga diharapkan mampu berperan menggali potensi dan akseleratorperubahan di masa depan. Kebutuhan layanan pendidikan yang dinamis dan terus berubah/berkembang pasti berimbas kepada guru, mengingat bahwa guru adalah penyandang
predikat profesi pendidik yang menempati posisi strategis dalam proses pembelajaran yang tidak tergantikan oleh apapun. Sehingga guru wajib memiliki need achievement yang kuat dalam mengemban tugas profesionalnya mengelola proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, kesadaran dan
kemandirian guru untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri secara individual maupun berkelompok/komunitas menjadi kebutuhan.
Guru adalah jabatan profesi dengan populasi paling besar dibanding dengan profesi lain. Populasi besar ini merupakan sumberdaya yang potensial bagi pengembangan diri guru, mengingat anggota populasi pasti terdapat keragaman kapasitas, kompetensi, kecakapan yang berpotensi untuk saling melengkapi dan memperkuat. selain itu perbedaan latar belakang maupun karakteristik individu menjadi bagian penting bagi guru untuk mengasah kecakapan kepribadian dan sosial sebagai bagian penting dalam pengembangan profesi, Berdasar realitas populasi guru, pemerintah meyakini bahwa pengembangan diri
guru menjadi lebih efektif jika dilaksanakan dengan pendekatan kelompok/ komunitas guru yang terstruktur dan terprogram selaras dengan rutinitas pelaksanaan tugas guru. oleh karena itu pemerintah menetapkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja guru (KKG) sebagai wahana
mandiri yang dibentuk guru dengan spirit dari, oleh dan untuk guru.

Pada tataran teknis operasional MGMp dan KKG menjadi forum untuk membantu guru dalam merumuskan dan mengembangkan strategi, metode, pendekatan maupun kesulitan mengajar yang dihadapi oleh anggota. Dalam kerangka lebih luas MGMP dan KKG diharapkan menjadi wahana bagi guru untuk memperluas cakrawala pengetahuan sebagai penopang dalam memangku jabatan profesional
sebagai pendidik.
Mengingat sampai dengan saat ini regulasi yang mengatur kedudukan dan peran MGMP dan KKG Tingkat Provinsi belum ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, maka dalam rangka membangun sistem dan kelembagaan MGMP dan KKG di Jawa Tengah dipandang perlu menetapkan pedoman pembentukan MGMP dan KKG Tingkat Provinsi di Jawa Tengah.

Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *