Naskah Akademik Muatan Informaika dalam kurikulum 2013

Latar Belakang

Kurikulum 2013 diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014. Dalam pengembangannya, Kurikulum 2013 memperhatikan faktor-faktor yang bersifat internal dan eksternal. Faktor yang bersifat internal terkait dengan aspek teknis pengembangan kurikulum, sedangkan faktor eksternal antara lain terkait kebijakan pemerintah yang ditetapkan melalui berbagai produk hukum seperti Peraturan Pemerintah, Keppres, Permen, dan peraturan yang dibawahnya. Faktor eksternal lainnya adalah perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, politik dan hubungan antar bangsa yang semakin terbuka sebagai akibat globalisasi
dan teknologi informasi.

Baca Juga : ICT for education
Fenomena globalisasi yang membuka batas-batas fisik negara dan bangsa dipertajam dan dipercepat oleh kemajuan teknologi, terutama teknologi komunikasi. Kemajuan ilmu pengetahuan memperkuat dampak globalisasi dan kemajuan teknologi tersebut. Perubahan yang terjadi dalam dua dasawarsa terakhir mengalahkan kecepatan dan dimensi perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia di abad-abad sebelumnya. Perubahan-perubahan pada awal abad ke-21 tersebut telah menjangkau kehidupan manusia dari tingkat global, nasional, dan lokal serta dari kehidupan sebagai umat manusia, warganegara, anggota masyarakat, dan pribadi. Dalam menghadapi kenyataan yang disebabkan globalisasi, Indonesia perlu menyiapkan manusia dengan kualitas individu dan bangsa yang tetap mempertahankan jatidiri bangsa, kemampuan untuk berpikir dan bersikap serta bertindak yang dapat memberikan kesejahteraan kehidupan pribadi, masyarakat, dan bangsanya. Untuk itu kemampuan-kemampuan seperti berpikir kritis, inovatif, kreatif, sikap beragama dan sosial yang berdaya guna ketika berhadapan dengan budaya, ekonomi, sosial, politik dan teknologi, keterampilan yang memberikan kemampuan yang produktif
dalam menggunakan pengetahuan dan dalam melakukan berbagai kegiatan perlu mendapatkan prioritas dalam muatan kurikulum yang akan dikembangkan. Oleh karena itu, Kurikulum 2013 dibangun atas sejumlah karakteristik yang mampu menjawab tantangan kehidupan masyarakat, bangsa dan umat manusia pada abad ke-21.
Abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan yang disebut dengan kecakapan abad 21 (21st century skill) antara lain yaitu communication, collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and innovation. Esensi kecakapan abad 21 adalah mengolah informasi menjadi ilmu pengetahuan dan menjadikan kompetensi untuk mengatasi permasalahan. Dalam mewujudkannya sistem pembelajaran di kelas harus memfasilitasi terbentuknya kecakapan abad 21. Teknologi digital telah mengubah potret kehidupan secara konsisten dan berkelanjutan di abad 21 ini. Perubahan
tersebut dicirikan dengan kecepatan sistem, akurasi data, dan transparansi proses—puncaknya didukung oleh kematangan adopsi internet dan perangkat komputasi yang makin terjangkau dan relevan. Cara manusia berperilaku, berkomunikasi, hingga berkolaborasi telah diubah secara keseluruhan, menjadi lebih efisien. Sehingga konsep dan topik tersebut secara khusus selayaknya didalami melalui dunia akademik dalam bidang informatika.
Informatika adalah subjek ilmiah, yaitu sebuah disiplin ilmu yang mencari pemahaman dan mengeksplorasi dunia di sekitar manusia, baik yang natural maupun artifisial yang
secara khusus walau tidak eksklusif berkaitan dengan studi, perancangan, dan implementasi dari sistem komputer, dan pemahaman terhadap prinsip-prinsip yang mendasari perancangan tersebut. Sebagai subjek ilmiah maka kebenaran merupakan tolok ukurnya. Artikel Fourman (2002) tentang “informatics” menyebutkan bahwa informatika dibangun di atas tradisi panjang yang bekerja dalam logika,
yang menyediakan makna analisis, bukti, dan kebenaran. Dengan kata lain, informatika menyediakan sejumlah besar masalah dan peluang.
Informatika merupakan suatu disiplin keilmuan yang mencakup: (1) berpikir komputasi sebagai landasan berpikir; (2) disiplin ilmu informatika yang terdiri atas lima bidang pengetahuan, yaitu: Teknik Komputer, Jaringan Komputer/Internet, Analisis Data, Algoritma dan Pemrograman serta aspek sosial Informatika sebagai landasan ilmu; dan (3) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini dapat dimaknai bahwa informatika merupakan perluasan dan pendalaman dari Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pada awal pemberlakuan Kurikulum 2013 diintegrasikan kepada seluruh
mata pelajaran melalui pembelajaran berbasis TIK. Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini telah mengalami perkembangan yang luar biasa sebagai hasil dari kemajuan bidang informatika, seperti portofolio elektronik, game, simulasi komputer, buku digital (e-book), teknologi nirkabel (wireless), surat elektronik (e-mail), pencarian (browsing) informasi, konferensi jarak jauh (tele/video conference),
mobile computing, transaksi perdagangan (e-business), transaksi perbankan (e-banking), pelayanan publik (e-goverment), peningkatan kualitas pendidikan (e-learning) dan sebagainya. Perkembangan tersebut, terutama dengan kehadiran internet, menciptakan informasi dengan volume yang luar biasa besar. Setiap orang bisa berkomunikasi dua arah, mereka bisa sebagai pengkonsumsi informasi maupun
sebagai pencipta informasi.
Implementasi dari teknologi digital juga semakin menyeluruh dan mendalam, menyasar berbagai bidang dan industri. Di dalam industri perbankan kini berkembang fintech (financial technology), dalam dunia kesehatan berkembang healthtech (health and medical technology), dalam dunia pertanian
berkembang agtech (agrobusiness technology), dalam dunia pendidikan berkembang edtech (education technology), dan masih banyak lainnya – yang jelas manfaatnya telah dirasakan betul. Misalnya fintech, menurut data World Bank adanya akses dan layanan yang lebih personal mampu menyelesaikan isu pada inklusi finansial di seluruh dunia (World Bank, 2018).
Pendidikan memiliki urgensi untuk membangun fondasi yang mendorong terciptanya sumber daya manusia (SDM) unggul di abad 21. Kebutuhan tersebut menuntut setiap pemangku kepentingan untuk mendalami kompetensi dasar yang perlu dibekalkan kepada setiap peserta didik, di antaranya tentang
berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas (Budhai & Taddei, 2015). Salah satu cara efektif untuk mengakselerasi kompetensi tersebut ialah menekankan kembali unsur TIK dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Penekanan tersebut tidak hanya pada aspek teknis, melainkan juga pada aspek pedagogis dan etika.Perkembangan TIK memunculkan adanya kebutuhan dalam pembelajaran berbasis TIK, yang menuntut adanya literasi Abad 21, baik literasi tradisional, literasi informasi, literasi
visual, literasi kritikal, literasi media, literasi teknologi, dan literasi digital
Dengan demikian, peranan TIK dalam dunia pendidikan pada jenjang manapun menjadi sangat penting, baik TIK sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi, TIK sebagai infrastruktur pembelajaran, TIK sebagai sumber bahan belajar, TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran, TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran, maupun TIK sebagai sistem pendukung keputusan.

4.-Naskah-Akademik-Muatan-Informatika-Kurikulum-2013

Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *