Majalah SMA No 4 – Program Penguatan Pendidikan Karakter yang sudah menjadi garis kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo memang sangat tepat untuk mempersiapkan generasi unggul. Karena dalam dua atau tiga dekade mendatang, generasi muda—termasuk dalam hal ini pelajar di jenjang SMA—yang akan menjadi “pemain utamanya”. Bagaimana mereka kelak, tentu amat bergantung pada bagaimana kita sebagai bangsa mempersiapkan mereka, membekali para generasi muda dengan kompetensi dan karakter diri yang mumpuni. Kaitannya dengan Program Penguatan Pendidikan Karakter, Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Dikdasmen, selama ini menaruh perhatian dan fokus pada pengembangan karakter peserta didik. Yakni berupaya keras dalam membentuk karakter siswa yang tangguh, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, dan disiplin. Pembetukan karakter-karakter ini pula yang menjadi tujuan dari pemberian pendidikan karakter yang diselenggarakan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Mengingat peran penting generasi saat ini yang bukan hanya akan
mengisi Indonesia di masa depan, tetapi juga meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa, tentu kita berharap mereka mampu menjalankan peran dan mampu membawa Indonesia ini ke arah yang lebih baik. Agar mampu menjalankan peran penting tersebut, Direktorat Pembinaan SMA setidaknya menekankan tiga karakter penting yang perlu dimiliki peserta didik, yaitu pertama, Karakter Dasar: kejujuran dan integritas diri; kedua, Karakter Pengembangan Diri yang meliputi sikap disiplin, tepat waktu, kerja keras dan pantang menyerah; dan ketiga, Karakter Kebangsaan, yakni nasionalisme dan toleransi. Penguatan ketiga karakter tersebut akan lebih optimal dengan upaya peserta didik dalam mengembangkan kemampuan literasi. Selain itu, peserta didik juga harus mampu berpikir kritis, berpikir kreatif, mampu berkolaborasi dan berkomunikasi yang merupakan empat kompetensi yang dibutuhkan
memasuki era industri 4.0. Sebagai langkah optimalisasi, tentu dalam mengembangkan penguatan pendidikan karakter, Direktorat Pembinaan SMA juga bekerja sama dan memberdayakan seluruh ekosistem pendidikan. Tak hanya pihak sekolah, orangtua, atau masyarakat, tetapi juga para pegiat pendidikan karakter dan mitra strategis peduli pendidikan. Jika semua sudah satu visi dan misi, tentu saja hadirnya generasi berkarakter bukan sekadar harapan lagi. Semoga!

Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *