Majalah SMA No 3 “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman bukan pada zamanmu. Sungguh mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian.” Demikian sabda Rasulullah mengajarkan bagaimana kita semestinya memperlakukan (mengajari) generasi penerus. Pesan penting yang juga tersirat dari hadis tersebut adalah bahwa ilmu itu bersifat dinamis, keberadaannya menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan masa mendatang. Pun sekarang, generasi muda saat ini, tentu harus mendapatkan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus menjadi tuntutan zaman. Di era disrupsi dan era industri 4.0, menguasai kompentensi berbasis teknologi dan digitalisasi jelas bukan lagi opsi bagi mereka, tetapi menjadi kompetensi yang harus dikuasai. Tak ada alasan lain. Meski demikian, untuk mewujudkan hal tersebut, kita tak bisa lepas dari peran ekosistem pendidikan. Dalam konteks ini, sebagai bangsa Indonesia kita sangat beruntung dapat mewarisi ajaran luhur dari Ki Hajar Dewantara tentang pentingnya tripusat pendidikan yakni keluarga, masyarakat, dan sekolah. Ketiga titik ini harus bersinergi untuk pendidikan yang baik. Keluarga menjadi titik yang paling penting, anak-anak yang dididik dengan baik di rumah maka akan menjadi anak yang baik di sekolah, begitu juga di masyarakat. Di sekolah anak-anak hanya dididik rata-rata delapan jam, sementara sisanya ada di keluarganya. Karenanya keluarga bertugas menyiapkan anaknya untuk siap belajar di sekolah.
Dalam konteks membekali anak sesuai dengan zaman-nya sebagaimana ditegaskan diawal, tujuan pendidikan yang kini menjadi fokus pemerintah adalah agar anak-anak dapat bersaing di era globalisasi dan era revolusi industri 4.0. Karenanya, anak-anak harus dibekali dengan tiga kompetensi, yakni mempunyai karakter yang kuat melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), memiliki tingkat literasi yang tinggi, dan memiliki kompetensi yang hebat, baik di bidang akademis mau pun nonakademis. Di luar itu, tentu saja sikap kuat dalam belajar, kerja keras dalam mewujudkan cita-cita, dan komitmen menjalankan tugas sebagai pelajar akan melahirkan generasi yang penuh semangat, penuh spirit, dan pantang menyerah. Jiwa-jiwa pejuang yang akan menjadi penerus bangsa. Semoga.