Majalah Jendela Edisi 5 2016 – Majalah Jendela Pendidikan dan Kebudayaan hadir sebagai salah satu bentuk inovasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam layanan publikasi serta keterbukaan informasi melalui media daring (dalam jaringan/online) kepada masyarakat. Laman ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai kebijakan Kemendikbud yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja, tanpa terbatas pada format cetak.
Baca juga : Majalah Jendela Edisi 62
Majalah Jendela Edisi 5 2016 sendiri terbit pertama kali pada 2016 yang menyajikan informasi secara mendalam tentang kebijakan dan program Kemendikbud. Majalah ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan data resmi Kemendikbud yang dapat dikutip maupun diambil manfaatnya oleh berbagai pemangku kepentingan Pendidikan dan kebudayaan lainnya.
Laman majalah Jendela Pendidikan dan Kebudayaan dapat diakses melalui komputer, laptop, maupun ponsel pintar dan dapat diunduh untuk dapat dibaca secara luring (luar jaringan)
Persaingan tenaga kerja semakin terbuka seiring dengan pemberlakuan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak akhir 2015 yang lalu. Tuntutan mencetak tenaga kerja siap pakai, terampil, dan profesional tidak bisa ditunda lagi. Untuk itulah SMK sebagai satuan pendidikan formal di bidang vokasi perlu diperkuat. Itu karena SMK mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Instruksi penguatan itu datang langsung dari Presiden Joko Widodo.
Penguatan dilakukan dengan cara reorientasi pendidikan vokasi ke arah kebutuhan kerja yang tentunya melibatkan dunia usaha dan dunia industri. Ada sektor-sektor unggulan yang difokuskan oleh Presiden, yaitu maritim, pariwisata, pertanian, dan industri kreatif. Presiden menilai, sektor-sektor tersebut dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup banyak.
Untuk itulah, pada majalah edisi V ini secara khusus kami membahas mengenai SMK, sekolah yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan beragam pilihan program keahlian. Ulasan kami awali dengan pentingnya pendidikan vokasi sehingga mendapat perhatian dari Presiden. Pada fokus berikutnya, kami berpindah pada ulasan tentang bagaimana sekolah dapat mengajukan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah. Pengajuan bantuan untuk tahun 2017 bisa dilakukan melalui elektronik, tidak lagi dalam bentuk proposal yang tidak jarang membutuhkan upaya lebih besar untuk membuatnya.
Ulasan berlanjut ke penjelasan singkat tentang sektor-sektor unggulan SMK yang ternyata masih banyak dibutuhkan di dunia kerja. Peluang kebutuhan tenaga kerja pada sektor-sektor unggulan, yaitu maritim,
pariwisata, pertanian, dan industri kreatif,cukup besar, sementara tidak dibarengi dengan jumlah lulusan yang memadai pada bidang-bidang tersebut. Hal ini tentu menimbulkan ketimpangan, sehingga
Kemendikbud mendorong daerah-daerah membangun SMK yang disesuaikan dengan potensi lokal yang ada di daerah tersebut.
Ada pula penjelasan tentang guru produktif SMK, Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dapat dimanfaatkan lulusan SMK untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian yang dimiliki, dan informasi tentang
SMK Rujukan. Semua kami kupas dengan menyertakan infografis menarik yang diharapkan memudahkan pembaca memahami isi bahasan tersebut. Pada rubrik Kebudayaan, kami memiliki artikel tentang budaya lokal pinggiran yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional Indonesia. Fungsinya yang juga penting sebagai perekat kebudayaan nasional tidak boleh dianggap sebelah mata. Seperti
permainan tradisional yang sarat akan nilai budaya.
Akhir kata, kami berharap majalah edisi V kali ini dapat menjadi referensi bagi pembaca budiman tentang pendidikan vokasi dan SMK. Sejumlah data yang kami sajikan dapat dikutip sebagai bagian dari keterbukaan informasi dan menjadi rujukan bagi mereka yang membutuhkan. Selamat membaca. Salam.