Majalah Jendela Edisi 3 2016 hadir sebagai salah satu bentuk inovasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam layanan publikasi serta keterbukaan informasi melalui media daring (dalam jaringan/online) kepada masyarakat. Laman ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai kebijakan Kemendikbud yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja, tanpa terbatas pada format cetak.
Baca juga : Majalah Jendela Edisi 61
Majalah Jendela Edisi 3 2016 sendiri terbit pertama kali pada 2016 yang menyajikan informasi secara mendalam tentang kebijakan dan program Kemendikbud. Majalah ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan data resmi Kemendikbud yang dapat dikutip maupun diambil manfaatnya oleh berbagai pemangku kepentingan Pendidikan dan kebudayaan lainnya.
Laman majalah Jendela Pendidikan dan Kebudayaan dapat diakses melalui komputer, laptop, maupun ponsel pintar dan dapat diunduh untuk dapat dibaca secara luring (luar jaringan).
Sepanjang 2015, Kurikulum 2013 mengalami perbaikan. Perbaikan itu dilakukan karena dalam pelaksanaannya sejak pertama kali diterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014 di beberapa sekolah percontohan masih terdapat sejumlah masalah yang memberatkan guru. Misalnya dalam hal penilaian, model pembelajaran, dan pembatasan taksonomi proses berpikir siswa. Perbaikan tidak hanya berasal dari dalam Kementerian, tetapi juga melibatkan masukan dari publik, utamanya para guru, pegiat
pendidikan, praktisi pendidikan dan masyarakat umum yang dilakukan melalui uji publik beberapa bulan yang lalu. Bahkan juga mempertimbangkan kajian-kajian perbandingan dengan kurikulum yang dipakai
oleh negara lain.
Perbaikan Kurikulum 2013 itulah yang kami sajikan sebagai fokus utama edisi ketiga ini. Hasil perbaikan itu akan diterapkan pada tahun pelajaran 2016/2017 ini pada 25 persen sekolah atau sekitar 52 ribu sekolah di Indonesia. Jumlah sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 hasil perbaikan tersebut akan
terus ditambah pada tahun pelajaran berikutnya. Hal ini penting mengingat kompetensi abad 21 yang dibutuhkan untuk anak didik kita meliputi kecakapan belajar dan berinovasi, literasi, kecakapan hidup, dan karakter. Kurikulum 2013 mengarahkan peserta didik pada kompetensi-kompetensi tersebut.
Pembahasan mengenai kurikulum kami perlengkap pula dengan rubrik Kajian, berjudul “Kurikulum, Pendidikan, dan Peradaban”. Dalam artikel ringan ini, tersaji opini tentang perlunya kurikulum berubah
mengikuti perkembangan zaman. Pada rubrik Kebudayaan, kami mengangkat Kekayaan Cagar Budaya Bawah Air (CBBA) yang sangat menarik untuk disimak, bahkan perlu diketahui. Itu karena kekayaan cagar
budaya bawah air menggambarkan ramainya lalu lintas laut pada masa silam sepanjang perairan nusantara, melalui penemuan benda-benda bersejarah bawah air.
Hal lain yang juga dihadirkan pada edisi 3 ini adalah Resensi Buku berjudul Inscribing Identity yang menuturkan sejarah perkembangan bentuk tulisan di Indonesia.
Buku tersebut merupakan salah satu koleksi Perpustakaan Kemendikbud terbaru yang dapat dipinjam oleh para anggota. Semoga semua yang kami sajikan bermanfaat. Selamat membaca. Salam.