5S

Pedoman Penerapan Prinsip 5S – Tuntutan terhadap peningkatan kualitas lulusan pendidikan kejuruan terus berkembang seiring perkembangan dunia industri yang sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Pendidikan dan proses belajar di pendidikan kejuruan harus menyerupai tempat kerja di dunia industri dan atau dunia usaha, baik peralatannya, sarana prasarana pendukungnya, keterampilan penggunaan alat kerja dan mesin produksi, maupun budaya kerjanya. Salah satu budaya kerja yang diterapkan dalam dunia industri adalah prinsip 5S atau 5R (Ringkas-Rapih-Resik-Rawat-Rajin). 5S adalah perangkat yang dapat meningkatkan mutu produk dan tempat kerja. Penerapan 5S harus dilakukan secara sistematis karena 5S akan membentuk budaya kerja yang berdampak positif bagi seluruh karyawan di dalam suatu institusi.
Pendidikan SMK sebagai institusi yang membekali siswanya menjadi tenaga kerja yang siap kerja sesuai standar industri berupaya menerapkan budaya 5S ini agar terciptanya kondisi belajar yang serupa
dengan kondisi yang berlangsung di industri.

Baca juga : Optimalisasi Kompetensi Lulusan SMK Dalam Industri / Teknologi Terapan

5S merupakan sistem kerja yang berwawasan efektifitas berbasis pada budaya industri yang spesifik. Sistem ini memadukan profesionalitas dan efektifitas kerja guna memenuhi tujuan tujuan industri yang
aman, efektif, dan efisien dari segi kebiasan kerja dan fitur personil yang menjadi bagian penting
dari dunia industri. 5S merupakan kepanjangan dari Seiri (Ringkas), Seiton (Rapih), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), Shitsuke (Rajin). Pengadaan dan penggunaan sarana praktik sekolah yang berbudaya industri diarahkan dalam 5 prinsip tersebut diatas.

Seiri / Ringkas

  • Kategorikan barang dalam ruangan praktik sesuai modul dan kurikulum praktik.
  • Pemilahan subyek dan obyek praktikum.
  • Buat kategori kondisi barang dalam ceklist atau kartu dan laman checking ruang praktikum.
  • Rancangan ruangan sesuai kategori dan tingkat urgensi dari alat praktikum.
  • Akses kepada alat dan bahan praktik yang mudah.
  • Penggunaan alat dan bahan praktikum tidak berlebih-lebihan sesuai ukuran ruang waktu yang terstandar dalam modul belajar dan kurikulum praktikum.

Seiton / Rapi

  • Atur tempat kerja praktik. Simpan peralatan kerja praktik pada penyimpanan yang seharusnya.
  • Alat dan bahan praktik mudah ditemukan, mudah diambil, mudah disimpan kembali di tempatnya.
  • Alat dan bahan praktik tidak tercecer.
  • Klasifikasikan penyimpanan barang menurut fungsi dan frekuensi pemakaian praktikum.
  • Rancangan tempat penyimpanan sesuai Seiton dengan fitur alat, penggunaan, dan modul pembelajaran praktik, apakah tempat terbuka atau tempat tertutup.
  • Berikan identifikasi yang jelas atas semua item dari ruang dan alat praktik.
  • Setiap alat dan elemen ruangan praktik memiliki label label sesuai identifikasi dan klasifikasi.
  • Label berhubungan dengan penyimpanan dan penggunaan alat praktik.

Seiso / resik

  • Sarana dan prasarana alat dan bahan praktikum harus memenuhi prosedur kebersihan.
  • Pembersihan sarana dan prasarana praktik dari kotoran secara berkala menurut prosedur.
  • Melakukan pemeriksaan kebersihan alat dan sarana praktik berkala.Menghilangkan dan
    menghindari penyebab kekotoran dari alat dan sarana praktikum.
  • Mengupayakan kondisi optimum sehingga lingkungan belajar dan kerja praktik bersih.
  • Tata letak tempat praktik dan sarana belajar harus memperhitungkan penyediaan alat kebersihan
    dan prosedur pembersihan yang terpadu.

Seiketsu / Rawat

  • Memelihara lingkungan yang sudah sesuai dengan pembelajaran praktik yang ideal agar tetap bersih, rapih, dan ringkas.
  • Pemakaian sarana dan prasarana praktik sesuai standarisasi yang ditentukan.
  • Mencegah berbagai hal yang bisa mengganggu operasi dan keseimbangan lingkungan sarana dan
    prasarana praktik. Merumuskan standarisasi kerja praktik dalam penggunaan sarana, bahan dan alat
    praktikum.
  • Mengoptimalisasi lingkungan belajar praktik sehingga kelanggengan lingkungan belajar mengajar dan latihan kerja praktik terjaga dengan baik.

Shitsuke / Rajin

  • Kelanggengan pelaksanaan standar yang sudah dibuat.
  • Membangun disiplin yang kuat dalam penggunaan sarana dan prasarana praktik sesuai dengan
    budaya kerja.
  • Melakukan kebiasaan positif dalam menggunakan sarana dan prasarana praktik kerja di sekolah.
  • Melaksanakan standar penggunaan sarana dan prasarana belajar praktik.Efisiensi penggunaan
    alat dan sarana praktikum.
  • Peningkatan produktivitas dan evaluasi berkala.

Sasaran Penerepan 5S

  • Efisiensi
  • Produktifitas Meningkat
  • Perbaikan Kualitas
  • Keselamatan kerja terjamin

Manfaat menerapkan 5S

  • Proses kerja menjadi lebih cepat
  • kualitas produk terjaga
  • lingkungan kerja yang nyaman
  • Biaya produksi menjadi lebih hemat
Pedoman-penerapan-prinsip-5S-compressed

Sumber : Kemdikbud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *