Majalah Jendela Edisi 53 – KEBIJAKAN KAMPUS merdeka telah dicanangkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim pada awal tahun 2019. Program yang masuk dalam kebijakan Merdeka Belajar Episode 2 ini salah satunya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar di luar kampus yang dapat dikonversi menjadi SKS. Salah satu kegiatan yang dapat dipilih mahasiswa adalah Kampus Mengajar. Kampus Mengajar adalah program yang ditujukan bagi mahasiswa untuk membantu guru pada sekolah dasar yang berakreditasi C di sekitar tempat tinggal. Kegiatan Kampus Mengajar inilah yang mengisi topik utama pada edisi kali ini dalam rubrik Fokus. Tersaji lengkap, mulai dari penjelasan program, ketentuan pendaftaran, hingga testimoni para mahasiswa yang telah melewati program Kampus Mengajar rintisan pada 2020. Rubrik selanjutnya yang hadir di edisi kali ini adalah resensi buku berjudul “Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0 untuk Mendukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka”. Buku ini menjadi panduan bagi perguruan tinggi untuk mendukung pelaksanaan program Kampus Merdeka. Buku setebal 124 halaman ini dapat diakses secara daring. Simak informasi lengkapnya di halaman 30.
Baca juga : Majalah Vokasi Februari 2023
Pada rubrik Seputar Film Indonesia, redaksi tampilkan resensi film yang dapat dinikmati oleh segala usia, berjudul “Sejuta Sayang Untuknya”. Film ini bercerita tentang kisah seorang ayah berjuang sekuat tenaga demi membahagiakan anaknya. Simak ulasannya pada halaman 32. Sementara itu pada rubrik Kebudayaan, redaksi hadirkan artikel ringan tentang upaya Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan mendukung para seniman dan budayawan tetap dapat berkreasi. Program yang diberi nama Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) ini merupakan cikal bakal Dana Abadi Kebudayaan yang digagas pada Kongres Kebudayaan Indinesia 2018.
Simak informasi lengkapnya pada halaman 35. Di rubrik Kajian, Jendela sajikan artikel yang ditulis
ulang dari penelitian yang dilakukan oleh Teguh Supriyadi pada Pusat Penelitian Kebijakan, Badan
Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbudristek. Kajian ini mengulas tentang
bagaimana perilaku bersih siswa-siswa SD yang sekolahnya berada di dekat pasar. Artikel ini dapat
dibaca mulai halaman 38. Selanjutnya yang tidak kalah menariknya adalah artikel pada rubrik Bangga Berbahasa Indonesia. Tersaji sebanyak 2 halaman, pada bagian ini dibahas mengenai ragam warna dalam bahasa Indonesia. Dalam artikel tersebut kita diajak untuk menambah pengetahuan kita terhadap ragam warna, tidak hanya sekadar warna merah, hijau, dan biru. Simak informasinya di halaman 41.
Akhir kata, segenap redaksi Jendela mengucapkan selamat membaca dan menyelami informasi yang tersuguh di dalamnya. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar di akun Facebook Majalah Jendela agar kami tahu bahwa Andalah bagian dari pembaca majalah ini. Terima kasih.