Model Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran, ada beberapa istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan situasi kegiatan belajar mengajar. Beberapa istilah yang penggunaanya sering tidak konsisten atau overlap adalah istilah model, pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran. Penggunaan masing-masing istilah perlu dipahami secara kontekstual, karena tidak jarang suatu istilah digunakan sebagai pendekatan, strategi, model dan metode pembelajaran.

Model pembelajaran merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyelenggaraan proses belajar mengajar dari awal sampai akhir . Dalam model pembelajaran sudah mencerminkan penerapan suatu pendekatan, metode, teknik atau taktik pembelajaran sekaligus

Model pembelajaran merupakan tingkatan tertinggi dalam kerangka pembelajaran karena mencakup keseluruhan tingkatan. Lingkupnya yaitu keseluruhan kerangka pembelajaran karena memberikan pemahaman dasar atau filosofis dalam pembelajaran. Dalam model pembelajaran, terdapat strategi yang menjelaskan operasional, alat, atau teknik yang digunakan siswa dalam prosesnya. Selanjutnya, di dalam  strategi pembelajaran ada metode pembelajaran yang menjelaskan langkah-langkah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tingkatan ini memiliki fungsi untuk menjelaskan hubungan dari kerangka pembelajaran tersebut.

Istilah model pembelajaran ini sering diartikan sebagai pendekatan pembelajaran. Dalam pendekatan pembelajaran, di dalamnya terdapat rencana-rencana dan alur yang digunakan sebagai petunjuk dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Mengingat model pembelajaran adalah dasar untuk strategi dan metode , perlu diketahui pengertian model pembelajaran menurut beberapa ahli untuk mengetahui lebih jauh.

Burden (1998) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah sebuah metode untuk menyampaikan pelajaran yang dapat membantu peserta didik mencapai tujuan belajar. Secara umum pendekatan atau strategi pembelajaran dibedakan menjadi dua yaitu pendekatan/strategi yang berpusat pada peserta didik dan pendekatan yang berpusat pada guru. disisi lain strategi pembelajaran juga dapat diklasifikasikan menjadi strategi pembelajaran klasikal, kelompok dan individu.

Model Pembelajaran Menurut Para Ahli

1. Arends (1997)

Istilah model pembelajaran mengarah pada pendekatan tertentu terhadap instruksi yang terdiri dari tujuan, sintaks (pola urutan atau alur), lingkungan, dan sistem pengelolaan secara keseluruhannya. Instruksi yang dimaksud adalah segala ketentuan yang dimaksudkan untuk dikerjakan, dalam hal ini adalah siswa. Menurut Arends, seperangkat instruksi ini perlu memenuhi berbagai komponen agar dapat menjadi kesatuan model pembelajaran yang utuh dan berfungsi dengan baik untuk siswa. 

2. Adi (2000)

Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur dalam mengorganisasikan pengalaman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sehingga dalam hal ini penentuan model pembelajaran tidak lepas dari mempertimbangkan tujuan pembelajaran. Kesinambungan model pembelajaran dengan tujuan pembelajaran cenderung akan mempermudah dalam penyusunan model pembelajaran secara menyeluruh. Ketika keduanya sinkron dan penggambaran keseluruhannya sudah jelas, penyusunan strategi dan metode pembelajaran bisa menjadi lebih mudah. 

Fungsi model pembelajaran yaitu sebagai pedoman bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kegiatan belajar dan mengajar sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu dan model pembelajaran yang digunakan berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Oleh sebab itu, model pembelajaran sebagai kerangka konseptual menjadi pedoman bagi guru agar kualitas kegiatan belajar dan mengajar dari masa ke masa terus membaik dan lebih baik dari sebelumnya. 

3. Trianto (2010)

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Pengertian ini hampir senada dengan Adi, namun Trianto di sini lebih menjabarkan pada komponen-komponen dalam model pembelajaran. Komponen-komponen tersebut di antaranya tujuan pembelajaran, langkah-langkah, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas.

Ciri-ciri Model Pembelajaran 

Rofa’ah dalam Pentingnya Kompetensi Guru dalam Kegiatan Pembelajaran dalam Perspektif Islam (2016) menjelaskan ciri-ciri model-pembelajaran yang baik. Adapun ciri model-pembelajaran yang baik ini perlu untuk memberikan arahan atau indikator kepada guru dalam penyusunannya.

1. Rasional dan berpikiran logis berdasarkan teori-teori pembelajaran yang sudah disusun oleh peneliti sebelumnya 

Studi tentang model-pembelajaran terus berkembang dan hal ini didasari oleh harapan agar dari masa ke masa bisa menjadi lebih baik. Sebab upaya memperbaiki dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh siswa.

2. Berorientasi pada landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar

Memahami kondisi siswa sangat penting karena model-pembelajaran ada diperuntukkan demi kepentingan mereka. Tidak hanya itu, tetapi juga memahami apa yang mereka butuhkan.

3. Sikap mengajar yang diperlukan agar model pembelajaran yang ditentukan dapat dilaksanakan dengan baik dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran

Poin ini berkaitan dengan strategi dan metode pembelajaran yang tidak hanya menuntut siswa berperilaku tertentu, tetapi guru juga diperlukan untuk berperilaku tertentu yang dapat mendukung model pembelajaran. Hal ini dikarenakan kerja sama yang baik antara guru dan siswa juga merupakan kunci keberhasilan proses pembelajaran.

4. Mendukung lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran tercapai

Memahami kondisi lingkungan belajar yang sudah ada dan mengusahakan agar menjadi lebih baik merupakan ciri model-pembelajaran yang baik karena lingkungan yang baik akan sangat mendukung kinerja siswa dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan ciri-ciri model-pembelajaran yang baik menurut Rofa’ah, keempat poin tersebut berpengaruh terhadap hasil pembelajaran. Sebagaimana yang disebutkan oleh Robert M. Gagné (1999), diperlukan kondisi internal dan eksternal yang baik untuk tercapainya hasil pembelajaran yang diharapkan. 

Kondisi internal dipahami sebagai peningkatan memori siswa sebagai hasil belajar terdahulu. Sedangkan kondisi eksternal meliputi aspek atau benda yang dirancang atau ditata dalam suatu pembelajaran. Berdasarkan kondisi internal dan eksternal, guru perlu memperhatikan dan menyusun pembelajaran yang dapat merangsang dan mengaktifkan memori siswa sesuai materi yang diberikan sebelumnya dan dapat menghubungkannya dengan materi terbaru. Setelah melihat kondisi internal dan eksternal tersebut, menghasilkan ekspektasi hasil belajar yang dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, kemampuan motorik, dan perilaku. 

Baca juga : Model-Model Pembelajaran

Jenis-jenis Model Pembelajaran

Jenis-jenis model-pembelajaran yang dijelaskan oleh para ahli beragam. Salah satu referensi yang paling sering digunakan adalah model-pembelajaran Richard Arends (2012) yang terdiri dari delapan jenis. Di antaranya presentasi dan penjelasan, langsung, media visual dan teks, inkuiri, teaching thinking, berbasis kasus, kooperatif, dan berbasis masalah. Selain jenisnya yang beragam, pengaplikasiannya juga beragam dan bergantung pada tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh guru. Maka dari itu, jenis-jenisnya dapat disesuaikan dengan konteks kebutuhan yang bersangkutan. 

Beragam model-pembelajaran yang dijelaskan di bawah ini merupakan jenis yang sering dibahas dan digunakan di Indonesia. Sehingga harapannya dapat langsung memproyeksikan jenis model-pembelajaran yang lebih cocok untuk kerangka pembelajaran di Indonesia.

Model-pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Tujuan penggunaan model-pembelajaran sebagai strategi bagaimana pembelajaran yang dilaksanakan dapat membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik berupa informasi, gagasan, keterampilan nilai dan cara-cara berpikir dalam meningkatkan kapasitas berpikir secara jernih, bijaksana dan membangun keterampilan sosial serta komitmen (Joice& Wells). Model-pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu:

  1. Rasional teoretis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Model-pembelajaran mempunyai teori berfikir yang masuk akal. Maksudnya para pencipta atau pengembang membuat teori dengan mempertimbangkan teorinya dengan kenyataan sebenarnya serta tidak secara fiktif dalam menciptakan dan mengembangankannya. 
  2. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). Model-pembelajaran mempunyai tujuan yang jelas tentang apa yang akan dicapai, termasuk di dalamnya apa dan bagaimana siswa belajar dengan baik serta cara memecahkan suatu masalah pembelajaran. 
  3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. Model-pembelajaran mempunyai tingkah laku mengajar yang diperlukan sehingga apa yang menjadi cita-cita mengajar selama ini dapat berhasil dalam pelaksanaannya. 
  4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. Model-pembelajaran mempunyai lingkungan belajar yang kondusif serta nyaman, sehingga suasana belajar dapat menjadi salah satu aspek penunjang apa yang selama ini menjadi tujuan pembelajaran.  (Trianto, 2010).

Daftar pustaka

http://repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/9018/

5 thoughts on “Model Pembelajaran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *