Pembelajaran Pendekatan Saintifik

Pembelajaran Pendekatan Saintifik – Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi , menginspirasi, menguatkan, dan melatari pemikiran tentang bagaimana metode pembelajaran diterapkan berdasarkan teori tertentu. Oleh karena itu banyak pandangan yang menyatakan bahwa pendekatan sama dengan metode. Pendekatan ilmiah berarti konsep dasar yang menginspirasi atau melatarbelakangi perumusan metode mengajar dengan menerapkan karakteristik yang ilmiah. Pendekatan pembelajaran ilmiah (scientific teaching) merupakan bagian dari pendekatan pedagogis pada pelaksanaan pembelajaran dalam kelas yang melandasi penerapan metode ilmiah.

Proses Pembelajaran yang mengimplementasikan pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah yaitu, sikap (afektif), pengetahuan (kognitif) dan ketrampilan (psikomotor). Dengan proses pembelajaran yang demikian maka diharapkan hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang terintegrasi.

Pendekatan saintifik merupakan model pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum 2013 dengan menggunakan metode ilmiah dalam kegiatan pembelajarannya. Pendekatan yang berpusat pada siswa atau (student centered approach) ini, bertujuan supaya siswa nantinya mampu memiliki kapabilitas dalam berpikir (thinking skill) kritis, ilmiah, dan analitis.

Dalam model ini, dirancang agar peserta didik diberikan ruang untuk bereksplorasi terhadap materi pembelajaran. Mereka pun secara aktif dapat membangun konsep, prinsip serta hukum dengan melalui kegiatan 5M, yaitu mengamati, menanya, mengajukan (hipotesis), menghimpun data dengan beberapa cara dan teknik, menganalisa, serta membuat kesimpulan dan mengomunikasikan konsep atau prinsip yang telah ditemukan.

Melalui model ini, siswa akan mendapatkan manfaat, seperti mulai bisa menginvestigasi suatu permasalahan, penasaran (curiosity) atau ingin tahu dan juga bisa menyusun konsep dari suatu pengalaman atau pengetahuan belajar yang telah dilakukan. Hal-hal tersebut bisa menjadikan kegiatan belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan, bermakna, dan menantang.

Pembelajaran Pendekatan Saintifik Menurut Ahli

1. Kemendikbud

Pendekatan saintifik adalah model pembelajaran yang dimulai dari pengumpulan data melalui pengamatan, melakukan eksperimen, menanyakan, mengolah informasi atau data, hingga mengomunikasikannya dalam proses penerapan prinsip-prinsip keilmuan.

2. Rusman (2015)

Pendekatan saintifik adalah model belajar yang menyediakan ruang pada siswa untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi materi yang dipelajari. Selain itu, model pendidikan ini juga memberikan kesempatan pada para siswa untuk mengasah kemampuan melalui kegiatan belajar yang telah dirancang oleh guru.

3. Hosnan (2014)

Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang supaya siswa secara aktif membangun konsep, hukum, atau prinsip dengan cara mengamati, merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data dengan beragam teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan menyuarakannya.

4. Karar dan Yenice (2012)

Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa, sehingga para pelajar dapat secara aktif mengkonstruksi konsep melalui langkah-langkah mengamati, merumuskan masalah, membuat hipotesis, mengumpulkan data dengan beberapa teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengemukakan konsep yang telah ditemukan.

Jadi pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

Tujuan Pendekatan Saintifik

Berikut beberapa tujuan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik.

  1. Meningkatkan Ketrampilan Berfikir

Salah satu tujuan pendekatan saintifik, yaitu untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skill) pada siswa. Para peserta didik diharapkan dapat berpikir kritis, analitis, serta mampu menciptakan ide-ide baru terkait dengan materi yang tengah dipelajari.

2. Mencipatakan Lingkungan Belajar yang Kondusif, Aktif, dan Produktif

Dengan menerapkan pendekatan yang terpusat pada peserta didik ini. Diharapkan kegiatan belajar mengajar menjadi kondusif, melalui serangkaian aktivitas yang dirancang secara sistematis serta terciptanya lingkungan belajar yang aktif dan produktif.

3. Meningkatkan Kemampuan Berpikir secara Sistematis

Karakteristik utama pendekatan saintifik adalah tahapan pembelajaran yang berjalan dengan berurutan dan sistematis. Hal itulah yang mendorong siswa untuk mulai berpikir secara sistematis serta perlahan meningkatkan kemampuannya, baik itu, dalam memahami sebuah masalah, maupun saat menyelesaikan masalah.

4. Meningkatkan Pemahaman Konsep

Pada praktiknya, pendekatan saintifik mengarahkan kegiatan belajar secara mandiri untuk menemukan dan mengembangkan konsep dari materi yang dipelajari. Siswa akan dapat memperoleh konsep dan pemahaman secara bermakna melalui model pembelajaran ini. Selain itu, para siswa tidak hanya menerima konsep dalam bentuk hafalan saja, tapi mereka juga akan mendapatkan pemahaman lebih mendalam terhadap konsep tersebut.

5. Meningkatkan Motivasi Belajar

Sebagai bentuk aktivitas belajar yang berpusat pada siswa, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar para peserta didik. Sebab, kegiatan pembelajaran yang mengharuskan para pelajar untuk lebih aktif dan inovatif ini, bisa menciptakan suasana belajar baru yang tidak monoton, sehingga tidak mudah untuk merasa bosan.

6. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

Melalui pendekatan saintifik ini pun diharapkan dapat menghadirkan proses belajar yang dapat memberikan stimulus kepada siswa agar lebih aktif dalam berkomunikasi melalui penyampaian ide, diskusi dalam memecahkan masalah, diskusi pengolahan data, hingga cara mengomunikasikan hasil belajar lewat lisan maupun tulisan.
Sementara itu, menurut Hosnan (2014) tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, yaitu

  • Tujuan pertamanya adalah peserta didik diharapkan mampu meningkatkan daya pikir, terutama dalam HOTS (high order thinking skill) keterampilan berpikir tingkat tinggi.
  • Siswa dapat memecahkan masalah dengan berurutan dan terstruktur atau secara sistematis.
  • Suasana belajar yang dihadapi siswa dapat menyadarkan mereka, bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan.
  • Siswa akan memperoleh hasil belajar yang baik dan bermakna.
  • Pendekatan saintifik ini pun dapat membuat siswa menyuarakan gagasan dan ide mereka melalui tulisan maupun lisan.
  • Lewat pembelajaran ini, karakter siswa juga dapat berkembang ke potensi yang lebih maksimal.

Prinsip Pendekatan Saintifik

Berikut prinsip pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran menurut Hosnan (2014).

  1.  Kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
  2. Aktivitas pembelajaran membentuk students self concept.
  3. Dalam pembelajaran terhindar dari verbalisme.
  4. Pembelajaran memberikan ruang pada siswa untuk simulasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip dari materi yang sedang dipelajari.
  5. Pembelajaran mendorong terciptanya peningkatan kemampuan berpikir peserta didik.
  6. Pembelajaran meningkatkan motivasi bagi siswa dan guru, yaitu motivasi dalam belajar dan mengajar.
  7. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan dalam berkomunikasi.
  8. Adanya proses validasi atau uji coba terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dibangun siswa dalam struktur kognitifnya.

Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah itu lebih efektif hasilnya dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada pembelajaran tradisional, retensi informasi dari guru sebesar 10 persen setelah 15 menit dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 25 persen. Pada pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, retensi informasi dari guru sebesar lebih dari 90 persen setelah dua hari dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 50-70 persen.

Sumber :

https://www.gramedia.com/literasi/pendekatan-saintifik/

Pembelajaran Abad 21. Dr Daryanto dan Bambang Suryanto, Ph.D

One thought on “Pembelajaran Pendekatan Saintifik”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *