Jakarta, 13 Agustus 2025 – Demi mewujudkan pendidikan yang bermutu secara merata, pemerintah terus mencanangkan berbagai program untuk menunjang pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun menempatkan jenjang SMP sederajat sebagai jenjang yang harus menjamin kelanjutan pendidikan. Namun, banyak tantangan yang dihadapi, seperti masih tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS), keterbatasan akses pendidikan formal, dan lemahnya sistem pendukung lokal. 

Satuan Pendidikan Alternatif seperti Paket B, SMP Terbuka, dan SMP Satu Atap hadir untuk memecahkan tantangan dan permasalahan tersebut. Setiap satuan pendidikan memerlukan penguatan pemahaman kebijakan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Oleh karenanya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat SMP melaksanakan Kegiatan Penguatan Kapasitas Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan (Paket B), SMP terbuka dan SMP Satu Atap.

Baca juga : Pembelajaran Mendalam

Kegiatan Penguatan Kapasitas Pembelajaran digelar dalam 3 tahap, yaitu Tahap 1 untuk SMP Satu Atap se-Indonesia yang dilaksanakan secara daring pada 29 Juli 2025, Tahap 2 untuk SMP Paket B se-Indonesia yang dilaksanakan secara daring pada 05 Agustus 2025, dan Tahap 3 untuk SMP Terbuka se-Indonesia yang dilaksanakan secara hybrid – luring dan daring, pada 13 Agustus 2025 di Jakarta. 

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D. dalam sambutannya mengatakan bahwa Pilar Pendidikan Bermutu melalui pendekatan yang inklusif, adaptif, dan partisipatif. Salah satunya dengan pembelajaran mendalam, pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial, serta digitalisasi pembelajaran.

Pendidikan bermutu dapat terwujud dengan gotong royong stakeholder pendidikan baik pemerintah daerah, masyarakat, dan orang tua untuk bersama-sama berpartisipasi aktif mewujudkannya. 

Tak lupa beliau juga menyampaikan bahwa penguatan pendidikan karakter melalui satuan pendidikan dilaksanakan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, menyanyikan lagu Indonesia Raya,  dan berdoa. 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cukup sejak dini merupakan suatu siklus yang saling mendukung dengan peran serta orang tua dan masyarakat.    

Kegiatan  Penguatan Kapasitas Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan (Paket B), SMP terbuka dan SMP Satu Atap diharapkan mampu memberikan pemahaman tentang kerangka kerja dan prinsip pembelajaran mendalam, mengidentifikasi pengalaman belajar serta merancang pembelajaran mendalam guna mewujudkan 8 Dimensi Profil Lulusan. 

Upaya penguatan kapasitas ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian visi pendidikan nasional, yaitu Pendidikan Bermutu untuk Semua, mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, dan penurunan angka ATS.

Direktorat SMP bergerak bersama untuk menciptakan pendidikan yang bermutu secara merata untuk seluruh anak Indonesia.

Sumber : https://ditsmp.kemendikdasmen.go.id/ragam-informasi/news/penguatan-kapasitas-pembelajaran-pendidikan-kesetaraan-paket-b-smp-terbuka-dan-smp-satu-atap-langkah-menuju-pendidikan-bermutu-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *