Nyankod Magz edisi 2

Ada ungkapan yang menarik, “Mempertahankan itu jauh lebih sulit dari pada membangun”. Sobat Nyakoders, percayakah Anda dengan ungkapan itu? Bila Anda percaya berarti kita sepemikiran dalam hal itu. Karena inilah yang saat ini sedang kami rasakan dan alami. Baru 2 minggu yang lalu kami memulai untuk menerbitkan Nyankod Magz edisi pertama, dan kini kami diuji untuk bisa mempertahankan
komitmen kami pada edisi kedua bahkan edisi-edisi selanjutnya. Sungguh bukan perkara mudah ternyata, tapi syukurlah sampai saat ini komitmen kami untuk ini masih bisa terjaga. So, edisi kedua ini kami bisa terbitkan kembali. Doakan kami Sobat Nyankoders, semoga ini akan terus berlanjut, agar kedepannya semakin banyak lahir programer-programer di Indonesia. Sobat Nyankoders, gimana dengan edisi pertama kami? Sudahkah Anda membacanya? Gimana tanggapannya? Atau buat yang belum sempat baca, silahkan baca terlebih dahulu. Anda bisa mendownloadnya secara gratis kok di homepage
(http://nyankod.blogspot.com) kami. Buat yang udah baca, gimana nih tanggapannya? Semoga bermanfaat ya… dan bila ada beberapa kekurangan di Nyankod Magz di edisi manapun, jangan ragu-ragu ya untuk memberi tahu kami ke email kami (nyankod@gmail.com). Juga bila Nyankoders sekalian punya ide, saran ataupun masukan, juga jangan ragu-ragu untuk memberitahu kami. Kami akan
berterima kasih sekali intuk itu. Di edisi kedua ini kami mencoba untuk membahas lebih dalam dari bahasa pemrograman yang di edisi pertama telah dikenalkan. Tema utamanya adalah tentang
tipe data. Sebenarnya kami memberikan kebebasan kepada para Nyankodist untuk mengalirkan pembahasan, jadi mungkin ke depannya ada kemungkinan pembahasan antara bahasa pemrograman yang satu dengan yang lainnya akan ada perbedaan. Itu tergantung bagaimana penulisnya masing-masing.

Oh ya Sobat Nyankoders, pernah nggak terpikirkan oleh Anda hal ini, suatu saat di tahun 2025, saat itu Indonesia adalah negara yang benar-benar maju, terutama dalam bidang Teknologi Informasi. Laptop dan komputer benar-benar telah ada di setiap rumah warga. Anak-anak telah dikenalkan pemrograman sejak kecil, bahkan lomba membuat program telah diadakan oleh pemerintah untuk anak SD. Perusahaan perangkat komputer telah menjamur dimana-mana baik itu perangkat keras maupun perangkat lunak. Berdasarkan survei, pekerjaan terbanyak masyarakat waktu itu adalah menjadi programer. Software-software dari Indonesia telah digunakan hampir diseluruh penjuru dunia. Bahkan Operating System yang digunakan oleh masyarakat Indonesia saat itu benar-benar murni buatan Indonesia, dan itu juga
digunakan oleh berbagai masyarakat di penjuru dunia, karena lebih user friendly dan lebih powerful dibandung produk Microsoft. Jangankan software-software semisal pemutar musik dan video, software-software games dengan tingkat 3D yang sangat detail pun telah menjamur, dan itu asli buatan Indonesia. Masyarakat saat itu tidak lagi dipusingkan dengan bagaimana cara melamar kerja yang baik dan bagaimana cara supaya pemerintah menurunkan harga beras dan minyak, bahkan tidak dipusingkan
dengan mengapa Jakarta selalu banjir saat musim hujan, tapi masyarakat saat itu dipusingkan karena mencari ide untuk berbagai penemuan-penemuan baru, yang akan berguna untuk masyarakat dan negara. Semua rakyat Indonesia sibuk dan berlomba- lomba untuk berkarya. Indonesia tidak lagi menjadi negara korupsi, tetapi menjadi negara tempat para programer dan hacker. Karena budaya pemrograman telah benar- benar menjadi atmosfer di Indonesia saat itu. Hahahaha…. Keren kan Indonesia saat itu???
Bagaiamana sudahkah melamunkan hal itu?? Kami selalu memimpikan hal itu bisa terjadi. Semoga saat-saat seperti itu bisa kita rasakan. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa supaya itu bisa terwujud.
Oke semoga ini bisa bermanfaat buat Nyankoders sekalian. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Jangan lupa ya buat berlangganan Nyankod Magz, gratis kok, caranya bisa dibaca di bagian akhir Nyankod Magz ini.

download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *