majalah vokasi edisi Agustus 2021

Majalah Vokasi Edisi Agustus 2021 – Disadari atau tidak ternyata banyak karya anak bangsa berupa produk inovasi vokasi dari SMK maupun politeknik yang sungguh luar biasa dan sangat membanggakan. Betapa tidak! Produk-produk inovasi vokasi mereka tidak kalah dengan produk lainnya dari mancanegara, termasuk teknologi yang digunakan.
Sayangnya, seperti dikemukakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi selama ini banyak karya inovasi pelajar dan mahasiswa yang kurang mendapat tempat atau kurang dilirik, termasuk diantaranya oleh industri. Padahal, dari sisi kualitas dan teknologinya tidak kalah dengan
produk asing. Program link and match, pendidikan vokasi dengan dunia industri, tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya serap yang tinggi, tapi juga melahirkan karya inovatif. Tidak sedikit karya-karya inovasi yang telah diciptakan siswa sekolah vokasi, mulai dari Sekoleh Menengah Kejuruan (SMK) hingga perguruan tinggi vokasi, baik politeknik maupun sekolah vokasi di universitas/institut.
Dalam edisi Agustus ini, redaksi menyajikan liputan khusus terkait dengan menyongsong Hari Kebangkitan Iptek, yang telah dicanangkan 26 tahun, yang mengupas inovasi-inovasi vokasi dari siswa SMK, mahasiswa Politeknik maupun sekolah vokasi lainnya.
Karya-karya inovasi vokasi tersebut bukan hanya membuktikan siswa dan mahasiswa vokasi benar-benar kompeten di bidangnya, tapi juga siap kerja di dunia usaha dan dunia industri. Sebab, karya-karya sudah layak diproduksi massal oleh industri. Salah satunya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Warga Solo, Jawa
Tengah. Berkat kerjasama dengan industri King Manufaktur, siswa dan guru di SMK tersebut berhasil membuat mesin Computer Numerical Control (CNC). Produk yang diberi label Hasil Karya Indonesia (HKI) itu terdiri dari CNC 3 Axis dan 5 Axis.
Sederet hasil inovasi siswa dan mahasiswa antara lain, lampu penangkap hama padi, sepeda motor listrik, mobil listrik, drone untuk membantu petani menyemprot insektisida, pesawat tanpa awak yang diberi nama MAPS VTOL. Pesawat ini dapat terbang vertikal seperti helikopter.
Pesawat tanpa awak Maps VTOL dapat diterbangkan secara otomatis dari mulai lepas landas sampai mendarat. Maps VTOL dapat terbang selama 50 menit dengan cakupan wilayah 500 ha dan dapat dikontrol pada jarak 15 km. MAPS VTOL dapat menghasilkan citra foto udara daerah terpencil, daerah
yang tidak ada akses, daerah konflik, dan daerah berbahaya. Selain itu, Maps VTOL dapat memetakan desa dengan luasan 3.000 ha dalam waktu satu hari. Selain itu, ada yang tidak kalah menariknya profesi sebagai barista.

Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *