Mengemas kebijakan Merdeka Belajar pada dasarnya adalah untuk menciptakan suasana
pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Dengan begitu, menggali potensi
dan menumbuhkembangkan bakat dan minat peserta didik menjadi tantangan yang tidak
mudah untuk ditembus oleh kepala sekolah dan pendidik. Oleh karena itu, berbagai upaya
perubahan guna mewujudkan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta
didik perlu dilakukan.
Baca juga : Kisah Inspiratif Implementasi Kurikulum Merdeka
Dalam upaya melakukan perubahan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Kepala sekolah dan pendidik harus berani mengambil risiko, menghadapi tantangan, dan
bersedia menguras keringatnya siang dan malam demi suatu perubahan. Tak jarang mereka
juga berhadapan dengan orang-orang terdekat yang enggan berubah: senang dan mapan
di zona nyaman, serta merasa hebat dengan paradigma lama. Mereka juga harus berjalan
dengan penuh keyakinan, di jalan sunyi, menyapa satu per satu rekan sejawat, dan memberi
pendampingan dengan hati. Bingung, frustasi, dan air mata berbaur menjadi satu bersama
ketekunan, optimisme, dan senyuman mereka.
Semboyan ‘Kolaborasi harga mati’ menjadi napas mereka. Gotong-royong adalah kunci
bagi kerja-kerja kemitraan. Mereka juga dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi,
memperkaya wawasan, dan membagi pengalaman kepada siapa saja. Mereka selalu
membangun sinergi dengan orang tua, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar
sehingga terbentuk ekosistem pendidikan yang baik. Semua itu mereka lakukan agar
peserta didik dapat menikmati manisnya pembelajaran, indahnya menjalin persahabatan
dengan teman sebaya, dan gairah untuk memiliki profil pelajar Pancasila.
Gambaran di atas dapat kita simak melalui kisah-kisah inspiratif di buku ini. Kisah yang
diukir oleh para pahlawan tanpa tanda jasa. Cerita tentang pahit getirnya menjalani
perubahan melalui Program Sekolah Penggerak. Cerita tentang perjalanan yang berakhir
manis, bahagia, dan penuh tawa. Di gunung, di pesisir, dan di area pertanian mereka
berkarya, membangun peradaban di Bumi Pancasila. Tak ada habisnya hikmah dan
pelajaran yang dapat kita petik dari kisah-kisah inspiratif dan inovatif mereka.
Cerita-cerita tersebut sudah selayaknya didokumentasikan dan dijalin dalam sebuah buku
yang layak untuk dibaca. Buku yang tidak sekadar berisi teks mati tak bermakna, melainkan
buku yang berisi cerita kehidupan yang kaya teks dan kontekstual sepanjang masa. Buku
ini akan menjadi saksi bagi anak dan cucu kita yang kini duduk di bangku PAUD, SD, SMP,
SMA, dan SLB, yang nanti akan menjadi pemimpin bangsa di tahun 2045.