Majalah Jendela Edisi 18 2017 hadir sebagai salah satu bentuk inovasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam layanan publikasi serta keterbukaan informasi melalui media daring (dalam jaringan/online) kepada masyarakat. Laman ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai kebijakan Kemendikbud yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja, tanpa terbatas pada format cetak.
Majalah Jendela Edisi 18 2017 sendiri terbit pertama kali pada 2016 yang menyajikan informasi secara mendalam tentang kebijakan dan program Kemendikbud. Majalah ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan data resmi Kemendikbud yang dapat dikutip maupun diambil manfaatnya oleh berbagai pemangku kepentingan Pendidikan dan kebudayaan lainnya.
Laman majalah Jendela Pendidikan dan Kebudayaan dapat diakses melalui komputer, laptop, maupun ponsel pintar dan dapat diunduh untuk dapat dibaca secara luring (luar jaringan/offline).
Penguatan Pendidikan Karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menyongsong
generasi emas 2045. Religius,nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas merupakan nilai karakter yang diinginkan ada pada setiap generasi emas ini. Presiden Joko Widodo punya perhatian besar
akan masa depan bangsa ini. Oleh karena itu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun
2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ditandatangani Presiden pada September 2017
yang lalu. Dengan ditandatanganinya perpres ini diharapkan pendidikan karakter dapat berjalan
optimal di sekolah-sekolah umum, pesantren, dan madrasah.
Presiden percaya, karakter bangsa yang menjunjung tinggi akhlak mulia, nilai-nilai luhur, kearifan, dan budi pekerti menjadi modal kuat Indonesia menjadi bangsa yang maju dan dihormati negara-negara lain. Seiring dengan lahirnya perpres ini, cakupan PPK menjadi lebih luas. PPK tidak hanya dilakukan pada satuan pendidikan formal, melainkan juga pada satuan pendidikan nonformal, dan informal dengan melibatkan dan bekerja sama dengan keluarga dan masyarakat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) telah memulai rintisan sekolah yang menyelenggarakan PPK sejak 2016 dan terus
dilakukan hingga pada 2020 target implementasi penuh PPK dapat terwujud. Kemendikbud
menyiapkan aturan turunan perpres tersebut yang menjadi petunjuk teknis bagi satuan pendidikan
dalam mengimplementasi PPK. Tentu disesuaikan pula dengan situasi dan kondisi, serta kearifan lokal
daerah setempat.
Perkembangan mengenai PPK itulah yang kami sajikan dalam rubrik Fokus edisi kali ini. Sebelumnya
pada 2016, JENDELA juga pernah membahas mengenai PPK. Bedanya, di edisi ini kami sajikan
sejumlah contoh implementasi PPK di sejumlah sekolah yang menjadi percontohan. Lewat contoh
tersebut diharapkan sekolah-sekolah lain dapat mengimplementasikannya. Pada rubrik lainnya, kami hadirkan tema kebudayaan yang menyuguhkan laporan dari Belgia tentang pelaksanaan Festival Seni Europalia 2017 yang diselenggarakan sejak Oktober 2017 dan akan berakhir pada Januari 2018 mendatang. Indonesia menjadi bagian penting dalam festival seni terbesar di dunia itu karena menjadi negara tamu. Karena disaksikan oleh jutaan mata dari seluruh Eropa dan dunia, ini menjadi kesempatan emas menampilkan dan memperkenalkan seluruh budaya Indonesia. Sementara itu pada rubrik Resensi Buku, JENDELA menyajikan resensi mengenai buku bertemakan pendidikan karakter, yaitu “Pendidikan
Karakter: Landasar, Pilar & Implementasi”.
Melengkapi edisi XVIII ini kami sajikan pula rubrik Kajian yang merupakan pandangan pengamat
pendidikan, Doni Koesoema, berjudul “Revolusi Mental Pendidikan”. Tulisan ini secara garis besar
mengulas tentang Perpres PPK. Dalam tulisannya, Doni percaya PPK menjadi salah satu tonggak
penting yang bisa mentrasformasi pendidikan nasional menjadi lebih baik.
Tak ketinggalan, di penghujung halaman JENDELA, tersuguh rubrik Bangga Berbahasa Indonesia
yang menghadirkan artikel ringan tentang bahasa Indonesia. Kami berharap seluruh sajian rubrik yang
kami suguhkan ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Selamat membaca.