Oleh Agung Wicaksono, S.Pd. M.Pd
Muridku Belajar Merdeka
Di tanah pendidikan, tumbuh harapan,
Muridku Belajar Merdeka, dalam cahaya yang menerangi malam.
Langkah-langkah kecil mereka berderap pelan,
Menuju masa depan, dalam doa yang tak pernah hilang.
Guru tulus menuntun, sesuai kodrat alam dan jamannya,
Bukan hanya mengajarkan, tetapi juga membimbing jiwa.
Setiap kata adalah lentera yang menyala,
Menerangi jalan yang mungkin penuh dilema.
Dalam setiap mata pelajaran yang dijelaskan,
Ada kisah-kisah kecil yang menanamkan makna kehidupan.
Guru bukan sekadar memberi, tapi juga menginspirasi,
Mereka tahu kodrat alam setiap insan,
Membimbing dengan kasih, memahami kebutuhan yang ada.
Muridku Belajar Merdeka, bebas seperti burung di angkasa,
Melintasi cakrawala ilmu dengan semangat membara.
Mereka bertanya, mereka mencari,
Dalam jiwa mereka, ilmu tak pernah berhenti.
Guru adalah pemandu, bukan pengekang,
Mereka membuka pintu, bukan membangun tembok penghalang.
Menghormati keunikan setiap murid yang mereka jumpai,
Karena setiap individu adalah cahaya yang berbeda di langit yang luas ini.
Pendidikan yang memerdekakan,
Bukan sekadar kata,
Itu prinsip yang dipegang teguh oleh hati kita.
Menghargai kodrat alam dan zaman yang berubah,
Kami bersama-sama menciptakan masa depan yang cerah.
Baca Juga : Reflections on Indonesia’s Merdeka Belajar Reform.
Setiap lembar kertas yang mereka tulisi,
Adalah harapan yang tak terbeli.
Setiap angka yang mereka hitung,
Adalah langkah kecil menuju mimpi yang dihitung.
Muridku Belajar Merdeka, teruslah berjuang, teruslah belajar,
Dalam pendidikan yang memerdekakan, cahayakan dunia.
Guru dan murid, bersama kita tumbuh,
Menuju kebahagiaan dan keselamatan yang selalu kita rindu.
Tak ada rantai yang mengikat langkahmu,
Hanya sayap-sayap yang membantumu terbang jauh.
Bebaslah mengejar ilmu di dunia tanpa batas,
Jangan pernah berhenti, meski tantangan terasa keras.
Pendidikan adalah taman, tempat segala benih bertumbuh,
Muridku, kau adalah bunga yang mekar indah tanpa jenuh.
Setiap warna, setiap aroma, membawa pesan yang dalam,
Bahwa keberagaman adalah kekuatan yang takkan padam.
Guru adalah penjaga taman,
Yang menyiram, yang memupuk dengan perhatian.
Mereka tak menuntut bunga tumbuh seragam,
Karena mereka tahu, setiap bunga punya waktu dan musimnya dalam alam.
Muridku Belajar Merdeka, jadilah pohon yang kokoh berdiri,
Yang akarnya menembus bumi, dan dahannya menjangkau mimpi.
Dalam pendidikan yang membebaskan,
Kita ciptakan peradaban yang bertahan.
Di tanah pendidikan, tumbuh harapan,
Murid dan guru saling bersinergi dalam kerendahan hati.
Bersama, kita ukir masa depan yang takkan mati,
Menuju kebahagiaan, menuju cahaya abadi.
[…] Baca Juga : Muridku Belajar Merdeka […]