Latar Belakang Program Pendidikan Individual
Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda- beda satu sama lain. PDBK membutuhkan layanan pendidikan sesuai dengan konteks situasi, kondisi, dan karakteristik kebutuhan khusus mereka masing-masing. PPI juga menampilkan struktur pembelajaran
yang lebih sistematis, sehingga dapat membantu para pendidik memusatkan pembelajaran yang penting sesuai kemampuan PDBK.
Pada kenyataannya yang terjadi di sekolah luar biasa/sekolah khusus maupun satuan pendidikan penyelenggara Pendidikan inklusif, pemberian layanan pendidikan bagi PDBK belum dilakukan secara optimal. Beberapa kejadian masih terdapat kondisi dimana layanan pendidikan bagi PDBK dilakukan
secara berkelompok dalam satu kelas tanpa melihat adanya kebutuhan yang berbeda pada masing-masing PDBK. Berdasarkan beberapa penerapan di lapangan juga ditemukan bahwa terdapat pendapat tenaga pendidik yang merasa bahwa pemberian layanan pendidikan dalam bentuk PPI adalah hal yang merepotkan karena memerlukan waktu yang panjang dalam perencanaan, penerapan, dan evaluasinya.
Pendapat lain yang juga sering ditemukan dari tenaga pendidik adalah adanya rasa tidak percaya diri untuk membuat PPI secara mandiri karena merasa belum memiliki pengetahuan dan wawasan terkait PPI itu sendiri. Rancangan PPI ada pula yang dibuat hanya mengacu pada kepentingan tenaga pendidik (teacher oriented) atau kurikulum (curricullum oriented) dibandingkan kepentingan peserta didik
(student oriented) itu sendiri. Berdasarkan banyaknya permasalahan yang terjadi di lapangan terkait penyusunan dan pelaksanaan PPI, maka buku panduan penyusunan dan pelaksanaan PPI bagi tenaga pendidik sangat diperlukan.
Baca Juga : Pendidikan Indonesia Awal Kemerdekaan
Tujuan Umum
Secara umum, tujuan panduan PPI adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi tenaga pendidik, kepala sekolah, dan pengawas dalam rangka memberikan layanan pendidikan bagi semua peserta didik, terutama PDBK.
Tujuan Khusus
Bagi Tenaga Pendidik dapat:
a. Membuat rancangan PPI.
b. Melaksanakan rancangan PPI.
c. Merancang tindak lanjut berdasarkan asesmen formatif dan sumatif PDBK.
Pengertian PPI
Program Pendidikan Individuali (PPI) atau Individualized Educational Program (IEP) diprakarsai oleh Samuel Gridley Howe pada tahun 1871.
PPI merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan yang ditujukan kepada peserta didik dengan status berkebutuhan khusus, yang sebelumnya dikenal sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kemudian
penyebutannya saat ini disebut sebagai Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK)
Perbedaan karakteristik masing-masing PDBK sangat beragam sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan yang bersifat individual. Program Pendidikan Individual (PPI) dapat diibaratkan sebagai
kontrak tertulis antara pihak orang tua peserta didik dengan pihak sekolah tentang kebutuhan peserta didik dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan individu dengan status PDBK.
PPI meletakkan individu PDBK sebagai fokus utama tanpa melepaskan konteks situasi, kondisi, dan kekhasan atau karakteristik kebutuhan khusus mereka.
Keberagaman karakterisktik PDBK menuntut satuan pendidikan memiliki ketelitian dalam penentuan setiap PDBK memerlukan/tidak memerlukan PPI. PDBK yang tidak memerlukan dukungan/layanan khusus
dalam akses kurikulum dan pembelajaran tidak memerlukan PPI, setiap PDBK yang memerlukan dukungan/layanan khusus sebagai akibat dari hambatannya, maka diperlukan PPI. Penyusunan tujuan atau Capaian Pembelajaran (CP) pada PPI dapat berasal dari CP kurikulum reguler, CP kurikulum
Pendidikan Khusus, dan CP alternatif yang disusun berdasarkan kebutuhan esensial PDBK. CP altenatif dimungkinkan untuk disusun sendiri oleh tenaga pendidik, karena CP yang dibutuhkan secara esensial tidak terdapat pada CP kurikulum reguler maupun CP kurikulum Pendidikan Khusus.