Majalah Vokasi Edisi Oktober 2022 – Geliat siswa, mahasiswa pendidikan vokasi dan peserta kursus dan pelatihan dalam menghasilkan karya dan inovasi yang ‘brilian’ untuk negeri belakangan
ini semakin mencuat dan perlu diacungkan jempol. Betapa tidak! Karya dan
inovasi yang mereka hasilkan sungguh luar biasa dan tidak lain orientasinya
bermuara pada pemenuhan lebutuhan masyarakat.
Setidaknya, fenomena tersebut dapat disaksikan pada program V-Factor
Indonesia. Program yang digagasan Direktorat Jenderal Pendidikan
Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
(Kemendikbudristek) tersebut mendorong percepatan lahirnya tenaga-tenaga
terampil dan ahli di bidangnya yang siap menghadapi era revolusi industri 4.0.
V-Factor Indonesia tidak lain perwujudan ruang ekspresi, ruang fasilitasi,
dan ruang apresiasi bagi mahasiswa di perguruan tinggi vokasi (politeknik,
institut, sekolah vokasi, sekolah tinggi, akademi, akademi komunitas) yang
inovatif dan kreatif.
Ajang yang digelar setiap tahun ini untuk menampilkan karya dan keahlian
vokasi. Tujuanya, mengenalkan pendidikan vokasi kepada kaum milenial.
Kerena itu V-Factor dikemas dengan gaya santai namun sarat dengan pesan
inovatif.
Dalam ajang V-Factor 2021 misalnya, karya-karya dan inovasi yang
dihasilkan siswa-siswi SMK dan mahasiswa Politeknik di Indonesia sangat
menakjubkan. Mulai dari mobil listrik yang dihasilkan santri-santri pondok
pesantren dan SMK Semen Gresik, ada juga motor dan kursi roda untuk
penyandang disabilitas, termasuk untuk pasien di rumah sakit yaitu ‘Electric
Scooter Cross’, yaitu skuter elektrik pintar untuk mobilitas penyandang difabel.
Tidak hanya itu, ada teknologi sederhana yang dapat membantu petani
yang dihasilkan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) alat
tersebut diberi ama ‘Sahabat Petani’ atau S-Tani.
S-Tani tidak lain sebuah alat advisor petani berbasis kecerdasan buatan dan
modernisasi teknologi 4.0 dalam sektor pertanian yang bisa melakukan analisis
data digital berupa sejumlah indikator-indikator seperti suhu, kelembapan
tanah, kelembapan udara, ketinggian tanah, serta supply and dimand di
lapangan.
Selain itu, ada juga inovasi membuat Jewawut Cokies, Eggroll Garut,
Moncake Porang, dan Brownies Sagu Papua, membuat produk makan Tella
Krips, tapi juga ada lembaga kursus dan pelatihan yang tidak mau ketinggalan
unjuk keahlian dalam bidang rias pengantin.
Semua itu, kami sajikan dalam artikel apik dalam edisi Majalah Vokasi edisi
Oktober 2021 ini. Tentu saja selain karya-karya dan inovasi tersebut. Majalah
Vokasi juga menyajikan artikel tentang kisah sukses peserta program PKW.
Muhammad Ulin Nuha, begitu nama aslinya. Dia sukses meretas jalan menjadi
wirausaha muda. Selain itu, masih banyak artikel menarik lainnya. Selamat
menyimak.