Majalah SMA No 12 – Selalu ada hikmah di balik semua peristiwa yang telah digariskan Allah Yang Maha Kuasa bagi siapa pun yang beriman dan mengambil pelajaran darinya. Demikian pula dengan adanya pandemi Covid-19. Banyak hikmah yang bisa kita petik dalam berbagai hal. Di dalam dunia pendidikan kita, misalnya, kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) yang diambil Kemendikbud menjadi titik balik bagi ekosistem pendidikan, untuk sama-sama menyadari peran masing-masing, khususnya para orangtua. Pola BDR “memaksa” para orangtua berperan lebih dalam mendukug anak-anak untuk belajar, yang bisa jadi peran ini sebelumnya terlupakan. Peran yang terabaikan karena merasa sudah ada sekolah yang bertugas memberikan pendidikan pada anak-anak mereka. Padahal peran mendidik anak tidaklah mudah dan juga menjadi tanggung jawab orangtua, bukan saja guru dan sekolah. Dengan demikian, kita berharap ke depan kolaborasi di antara ekosisten pendidikan ini akan terjalin.
Baca juga : Majalah Vokasi Desember 2022
Konsep kolaborasi dalam pendidikan ini menjadi penting dan selaras dengan filosofi Tripusat pendidikan yang digagas Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. Tripusat Pendidikan yang bermakna pendidikan berarti memberdayakan dan menuntut sinergitas lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Filosofi ini menegaskan bahwa pendidikan berlangsung di tiga lingkungan: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di antara ekosistem
Pendidikan ini harus saling bersinergi. Dari ketiga ekosistem pendidikan,peran pendidikan di keluarga bahkan bisa menjadi yang utama karena bagaimana keluarga mendidik anak-anaknya menjadi kunci dalam ekosistem lainnya. Ketika keluarga menerapkan pendidikan yang baik, maka ketika anak dititipkan ke sekolah agar lebih baik dari rumah. Fungsi sekolah untuk mengembangkan bakat dan potensi anak, akan tercapai. Demikian juga ketika si anak berada di lingkungan masyarakat, dia akan memilih teman-teman yang baik pula. Jadi, mari kita pahami bersama bahwa keluarga memiliki peran tak kalah penting dari sekolah. Dalam pendidikan anak, sekolah hanya membantu menumbuhkembangkan potensi dan bakat anak-anak yang sudah terbangun pula di lingkungan keluarga. Setelah terbangun pemahaman yang satu frekuensi ini maka sinergi dan kolaborasi antar sekolah dan keluarga dalam mendidik anak pun akan makin mudah. Semoga.